Logo Header Antaranews Jateng

PDAM Kota Semarang bersama pemangku kepentingan segera evaluasi seluruh hydrant

Senin, 5 Januari 2026 19:28 WIB
Image Print
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Teknik PDAM Tirta Moedal Kota Semarang Hariyadi. ANTARA/Zuhdiar Laeis

Semarang (ANTARA) - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang bersama seluruh pemangku kepentingan terkait segera mengevaluasi penataan dan penguatan seluruh infrastruktur hydrant.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Teknik PDAM Kota Semarang Hariyadi, di Semarang, Senin, mengatakan rapat koordinasi akan dilakukan dalam waktu dekat.

Hal tersebut disampaikannya menanggapi laporan adanya hydrant yang terpendam cor di Jalan Majapahit, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.

Menurut dia, PDAM Kota Semarang sejak awal berkomitmen mendukung penuh tugas Dinas Pemadam Kebakaran, termasuk saat terjadinya kebakaran dengan pemasangan hydrant.

Pada kondisi darurat, kata dia, pihaknya menyuplai air ke lokasi kejadian kebakaran untuk membantu Dinas Damkar dalam memadamkan kebakaran.

"Pada hari biasa, mobil damkar diperkenankan mengambil air di titik-titik terminal pengambilan air PDAM, seperti IPA Kudu untuk wilayah timur, Reservoir Manyaran untuk wilayah barat, dan sebagainya," katanya.

Ia mengatakan bahwa dukungan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR sehingga tidak dilakukan penagihan biaya air kepada damkar.

Untuk rakor terkait hydrant, kata dia, pihaknya akan menggandeng dinas terkait, seperti Dinas Damkar, Dinas Pekerjaan Umum, dan lainnya agar diperoleh pemahaman yang komprehensif.

"Jadi, nanti kita inventarisasi bersama Dinas Damkar, untuk memastikan jumlahnya (hydrant, red.) berapa, lokasi di mana saja, dan berfungsi atau tidak," katanya.

Bahkan, kata dia, tidak menutup kemungkinan akan dibahas pula mengenai titik-titik baru pemasangan hydrant sesuai dengan pemetaan damkar di wilayah-wilayah yang rawan kebakaran.

Mengenai hydrant yang tertimbun cor di Jalan Brigjen Katamso Semarang, ia menjelaskan bahwa sebelumnya ada proyek pengerjaan jalan yang dilakukan Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Jawa Tengah yang berdampak terhadap hydrant.

"Begitu dapat informasi ada hydrant yang terpendam di ruas jalan, kami langsung menghubungi pihak terkait, yakni DPU-BMCK Jateng) yang sedang melakukan pengecoran jalan," katanya.

Pada 31 Januari 2025, kata dia, pihaknya telah melakukan reposisi hydrant yang terdampak, dan memindahkannya beberapa meter dari lokasi semula.

"Pada saat itu terjadi pengecoran sehingga terdampak pada hydrant, PDAM langsung mereposisi keadaan hydrant, memindahkan beberapa meter di area terdampak," katanya.


Baca juga: Layanan Bank Jateng 2025 raih predikat Excellent



Pewarta :
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026