Logo Header Antaranews Jateng

Kawasan rob jadi objek wisata perikanan di Batang

Minggu, 3 Mei 2026 07:54 WIB
Image Print
Palang Merah Kabupaten Batang, bersama BPBD Kabupaten Batang dan relawan melakukan tanam mangrove di lahan terdampak tob di Batang, belum lama ini. (ANTARA/Kutnadi)

Batang (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang, Jawa Tengah, bersama lintas sektor berupaya mewujudkan kawasan rob seluas 300 hektare yang berada di Desa Denasri Kulon menjadi objek wisata perikanan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ketua PMI Kabupaten Batang Ahmad Taufik di Batang, Sabtu, mengatakan bahwa salah satu upaya untuk meminimalisasi dampak rob adalah dengan menanam bibit mangrove dan menebar benih ikan.

"Kami melakukan penanaman mangrove untuk meminimalisasi dampak rob supaya tidak makin meluas. Lahan tersebut kini tidak produktif lagi sehingga kami upayakan untuk dioptimalkan menjadi kawasan wisata perikanan dengan menebar seribu bibit ikan," katanya.

Taufik mengatakan penanaman seribu mangrove dan penebaran benih ikan ini menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan, hingga pelajar.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang Wawan Nurdiansyah mengatakan penanaman mangrove ini merupakan langkah nyata sebagai upaya meminimalisasi rob di Denasri Kulon.

Meski BPBD selalu berupaya meminimalisasi risiko di wilayah rawan, kata dia, namun jika tidak terhindarkan, masyarakat harus mampu berdampingan dengan kerawanan tersebut.

"Ini artinya, masyarakat tetap hidup berdampingan di wilayah terdampak namun memanfaatkannya untuk kepentingan ekonomis," katanya.

Sementara itu, pelajar SMA Negeri 2 Batang Najla mengaku dengan menanam mangrove merupakan pengalaman pertama bagi dirinya bersama rekan lainnya.

"Ini pengalaman pertama buat kami, bisa terjun langsung menanam banyak bibit mangrove, semoga bisa mencegah rob, supaya rumah warga tidak terdampak," katanya.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026