
BPBD Temanggung menyiapkan 50 tangki air bersih hadapi kemarau 2026

Temanggung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung menyiapkan berbagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau tahun 2026, termasuk penyediaan bantuan droping air bersih dengan 50 tanki air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Totok Nursetyanto di Temanggung, Jumat, mengatakan pihaknya telah menyiapkan 50 tangki air bersih untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. Namun jumlah tersebut masih bersifat awal dan dapat bertambah menyesuaikan kondisi di lapangan.
"Untuk tahun ini memang kami menyediakan air bersih 50 tangki, tetapi nanti melihat situasi dan kondisi. BMKG menyampaikan prakiraan cuaca kemarau kering diprediksi sampai awal Oktober dengan puncaknya pada September 2026. Ini cukup panjang," katanya.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi BMKG, musim kemarau tahun ini diperkirakan menjadi salah satu yang terparah dalam tiga dekade terakhir. Kondisi tersebut membuat BPBD meningkatkan kewaspadaan, mengingat pengalaman pada tahun 2023 Temanggung mengalami dampak kekeringan yang cukup serius.
"Kita melihat dari kejadian tahun 2023 saja, Temanggung itu sudah luar biasa. Droping air bersih saat itu mencapai lebih dari 150 tangki," katanya.
Selain mengantisipasi kekeringan, BPBD Temanggung juga menyiapkan sarana dan prasarana penanganan karhutla di sejumlah kawasan pegunungan. Peralatan tersebut ditempatkan di tiga gunung, yakni Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, dan Gunung Prau dengan melibatkan relawan serta komunitas setempat.
Di kawasan Gunung Sumbing, BPBD menitipkan peralatan kepada relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) Kruisan, di Gunung Sindoro peralatan disiagakan bersama komunitas Grasindo, termasuk tiga unit pompa air. Adapun di kawasan Gunung Prau, perlengkapan ditempatkan di Basecamp Wates dan bersama relawan SAR Gunung Prau.
“Manakala terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, penanganannya bisa lebih cepat. Walaupun kadang kendalanya kita belum tahu harus mengambil air dari mana, tetapi paling tidak ketika ada kejadian kita bisa droping tangki lalu menyambung dengan alat-alat yang kita bawa ke titik yang bisa dijangkau," katanya.
BPBD juga telah menyiapkan sejumlah pompa air berbagai ukuran. Dua unit pompa disiagakan di kantor BPBD, sementara lainnya disebar di tiga kawasan gunung untuk memudahkan mobilisasi saat terjadi kebakaran hutan.
Baca juga: Dinsos Temanggung: Reaktivasi BPJS PBI-JK dibatasi maksimal enam bulan
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
