Wonosobo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Wonosobo menyalurkan bantuan sembako dan masker kepada para pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wonorejo.
"Kegiatan ini, bagian dari perhatian Pemerintah Kabupaten Wonosobo terhadap kelompok masyarakat yang menggantungkan penghidupannya di kawasan TPA Wonorejo," kata Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, di Wonosobo, Jateng, Rabu.
Ia menekankan pentingnya perhatian terhadap aspek kesehatan dan keselamatan warga yang sehari-hari beraktivitas di lingkungan TPA.
"Hari ini kami bersama Baznas untuk memberikan kasih sayang kepada teman-teman pemulung yang setiap hari berada di area TPA. Mereka mengambil dan memilah sampah yang masih bisa dimanfaatkan. Tanpa mereka, pengelolaan sampah akan jauh lebih berat," katanya.
Ia mengatakan para pemulung merupakan mitra Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam mendukung pengelolaan sampah daerah.
Namun, di sisi lain, aktivitas yang mereka lakukan memiliki risiko kesehatan yang tinggi.
"Sampah diturunkan dari mobil, mereka sudah menunggu di bawah lalu langsung mengurai. Risiko penyakit sangat tinggi. Karena itu tadi saya sampaikan agar penyemprotan rutin dilakukan, dan pemberian masker ini paling tidak bisa membantu menjaga kesehatan mereka," katanya.
Ia mengatakan kalau ada anggaran lagi mereka bisa dibantu sarung tangan atau sepatu boot. Hal itu penting agar pemulung bisa bekerja dengan lebih aman dan sehat.
Dia mengatakan pemerintah daerah merencanakan perluasan TPA Wonorejo pada 2027, sekaligus terus mendorong pengurangan sampah dari hulu.
"Masyarakat tentu berharap bisa zero waste di rumah masing-masing, meskipun itu berat. Tapi kita harus tetap optimis. Saat ini di kecamatan dan desa sudah mulai dibangun TPS3R secara bertahap agar sampah yang masuk ke TPA bisa berkurang," katanya.
Ia menekankan pentingnya optimalisasi pengolahan sampah di TPA, agar yang dibuang ke TPA benar-benar residu.
"Harapan ke depan, sampah yang masuk ke sini sudah terfilter. Kalau kapasitas pengolahan bisa ditingkatkan, maka yang dibuang ke TPA benar-benar hanya residunya saja," katanya.
Ketua Baznas Kabupaten Wonosobo Priyo Purwanto menjelaskan bantuan ini bagian dari program pendayagunaan zakat yang bersumber dari zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Wonosobo.
"Kami mentasarufkan zakat untuk teman-teman yang bergerak di bidang kebersihan, khususnya pemulung di TPA. Kegiatan ini rutin kami lakukan dua kali dalam setahun, dan tahun ini kami menambah bantuan berupa masker," katanya.
Ia mengatakan bantuan yang disalurkan kepada 20 pemulung tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan kesehatan mereka.
"Ini merupakan bagian dari Program Baznas, yaitu Wonosobo Sehat. Isinya sudah kami perhitungkan, mulai dari sembako, susu, hingga masker, karena kesehatan pemulung sangat rentan, termasuk terhadap penyakit seperti TBC," katanya.

