Solo (ANTARA) - Lembaga Amil Zakat (LAZ) Solopeduli menargetkan menghimpun dana zakat hingga Rp50 miliar untuk disalurkan kepada satu juta penerima manfaat pada tahun ini.
"Sampai dengan Bulan April lalu baru terealisasi Rp4,6 miliar, untuk Bulan Ramadhan belum kami hitung, tetapi biasanya ada kenaikan sekitar 2-3 kali lipat," kata Direktur Utama Solopeduli Sidik Anshori di Solo, Sabtu.
Ia mengatakan realisasi jumlah penerima manfaat hingga saat ini baru 3.496 penerima manfaat.
Menurut dia, kenaikan yang cukup signifikan akan terjadi pada Idul Adha atau Hari Raya Kurban.
"Pada saat itu kami bisa menyalurkan hingga 1.000 ekor hewan kurban. Untuk setiap ekornya kan bisa belasan hingga puluhan orang yang menjadi penerima manfaat," katanya.
Ia mengatakan jika target tahun ini terealisasi maka dana yang dihimpun oleh Solopeduli meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu.
Berdasarkan data, pada tahun lalu total penghimpunan LAZ Solopeduli Rp21.269.842.568 dengan jumlah penerima manfaat 226.437 orang. Angka tersebut juga meningkat jika dibandingkan dengan pada 2017 yang terealisasi Rp16.840.702.673.
Sebagai lembaga sosial, katanya, Solopeduli dituntut memastikan transparansi pengelolaan keuangan.
"Ini menjadi tahun ke-10 kami memperoleh status wajar tanpa pengecualian (WTP). Karena sudah dapat WTP, harapan kami seperti arahan Presiden bahwa zakat harus melalui lembaga formal, maka saya ajak potensi Rp200 triliun yang ada di Indonesia bisa dititipkan di Solopeduli," katanya.
Selain menyalurkan bantuan kepada penerima manfaat secara umum, Solopeduli tengah mengembangkan SMK IT Smart Informatika Surakarta.
"Jumlah siswanya saat ini ada 60 anak per angkatan. Pendidikan ini gratis, mulai dari asrama, seragam, hingga fasilitas pendidikan. Harapannya dengan lebih banyaknya zakat yang dititipkan kepada kami akan bisa mengembangkan sekolah ini menjadi lebih baik," katanya.*

