Kudus, ANTARA JATENG - Prosykai ikan air tawar di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, selama 2016 sebanyak 2.095,19 ton atau lebih tinggi dibandingkan dengan produksi selama 2015 sebanyak 2.025,66 ton.
"Dari ribuan ton ikan yang dihasilkan, nilainya ditaksir mencapai Rp35,06 miliar," kata Kepala Bidang Perikanan Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Kudus Fajar Nugroho di Kudus, Rabu.
Produksi ikan air tawar di Kudus, kata dia, didominasi ikan lele yang mencapai 11.707,80 kuintal atau 55,88 persen dari total produksi.
Nilai transaksinya, kata dia, untuk produksi ikan lele saja mencapai Rp16,97 miliar.
Urutan berikutnya, yakni ikan nila yang produksinya selama 2016 mencapai 2.269,5 kuintal, disusul ikan karper sebanyak 2.016,5 kuintal.
Sementara produksi ikan jenis lainnya, yakni ikan bandeng sebanyak 1.853,5 kuintal, ikan mujair sebanyak 1.404,6 kuintal dan ikan gabus sebanyak 1.386 kuintal.
Tingkat produksi yang paling rendah, yakni ikan patin sebanyak 248 kuintal dan ikan gurami sebanyak 66 kuintal.
Ia mengungkapkan, tingginya produksi ikan lele karena permintaan jenis ikan tersebut cukup tinggi.
"Dari tahun ke tahun, tingkat produksi ikan lele memang cenderung naik," ujarnya.
Daerah penghasil ikan lele terbesar, yakni dari Desa Gondosari, Jurang, dan Jekulo.
Hingga kini, kata dia, Kabupaten Kudus masih harus mendatangkan pasokan ikan dari luar daerah.
Selain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, sebagian besar kebutuhan ikan digunakan untuk industri olahan makanan dengan bahan baku ikan.

