"Berdasarkan data, stok hari ini (31/12), jumlah darah yang tersedia sebanyak 376 kantong dan cukup untuk memenuhi permintaan darah dari sejumlah pihak selama beberapa hari mendatang," kata Direktur Unit Donor Darah (UDD) PMI Cabang Kudus Anna Thesia di Kudus, Kamis.
Ia menyebutkan kebutuhan rata-rata per hari 30-an kantong, sedangkan saat ramai bisa mencapai 60-an kantong.
Maraknya kasus demam berdarah dengue (DBD) di beberapa daerah, kata dia, mendongkrak permintaan darah trombosit makin meningkat.
Beberapa daerah yang meminta pasokan darah trombosit, yakni dari Kabupaten Pati, Demak, dan Jepara.
"Dalam sehari permintaannya bisa mencapai 10 kantong," ujarnya.
Untuk memperoleh 50 ubic centimeters (cc) darah trombosit, kata dia, dibutuhkan arah yang berjumlah 300 cc.
Palang Merah Indonesia Cabang Kudus sendiri saat ini memiliki alat penyimpan trombosit. Dengan adanya alat ini, setiap saat PMI Kudus bisa memenuhi permintaan trombosit dari masyarakat maupun rumah sakit di Kudus dan sekitarnya karena trombosit yang disimpan dengan peralatan tersebut bisa bertahan selama lima hari.
Kondisi berbeda terjadi ketika tidak dilengkapi alat penyimpan khusus tersebut, trombosit yang dihasilkan harus segera digunakan dan tidak bisa menunggu dalam jangka waktu yang terlalu lama.
Alat penyimpan tersebut memiliki kapasitas penyimpanan sebanyak 48 kantong trombosit dengan kapasitas masing-masing kantong sekitar 50 cc.
Ia mengatakan bahwa stok darah yang tersedia saat ini bertambah menyusul agenda donor selama Januari 2016 relatif cukup padat.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, jumlah kasus DBD selama Januari--Desember 2015 sebanyak 600 kasus atau mengalami penaikan jika dibanding dengan tahun sebelumnya sebanyak 438 kasus.
Kasus DBD yang terdeteksi tahun ini dianggap paling tinggi selama empat tahun terakhir karena pada tahun 2013 tercatat 501 kasus dan pada tahun 2012 sebanyak 360 kasus.

