Magelang (ANTARA) - Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengharapkan pengelolaan dana yang dihimpun dari kegiatan Bulan Dana PMI 2025 di daerah setempat dikelola secara transparan, akuntabel, fleksibel dan tepat sasaran.
“Saya berharap dana yang telah dihimpun dikelola secara transparan, akuntabel, fleksibel, dan tepat sasaran," katanya dalam rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang di Magelang, Rabu.
Ia mengatakan hal itu terkait dengan realisasi perolehan Bulan Dana PMI Kota Magelang pada 2025 yang mencapai Rp1.021.000.000 atau melampaui target awal Rp800 juta atau 128 persen.
Ia menyebut kepercayaan besar masyarakat harus dibalas dengan pengelolaan dana yang profesional.
Setiap rupiah yang terkumpul, katanya, kembali menjadi manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan.
Penutupan dan penyerahan hasil Bulan Dana PMI 2025 dipimpin Wali Kota Damar Prasetyono di Pendopo Pengabdian Kompleks Rumah Dinas Wali Kota Magelang, Selasa (30/12).
Ia menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut, mulai dari relawan, dunia usaha, hingga lembaga pendidikan.
Ia menilai pencapaian yang melampaui target ini bukti nyata tingginya kepedulian masyarakat setempat.
"Melihat partisipasi luar biasa dari masyarakat, menunjukkan bahwa pesan saya untuk menumbuhkan kepedulian benar-benar disambut baik. Hal ini sekaligus menjadi bukti nyata tingginya kepercayaan publik terhadap PMI,” katanya.
Ketua Panitia Bulan Dana PMI Kota Magelang 2025 Evin Septa Haryanto Kamil mengatakan sukses kegiatan itu hasil semangat gotong royong dan evaluasi berkala dari tahun sebelumnya.
Program penggalangan dana ini berlangsung sejak 1 September hingga akhir November 2025, dan sempat diperpanjang selama 15 hari untuk mengoptimalkan partisipasi masyarakat.
“Keberhasilan ini tidak luput dari peran aktif masyarakat Kota Magelang, jajaran Pemkot Magelang, TNI, Polri, hingga pihak swasta yang bersinergi dalam misi kemanusiaan ini,” ujarnya.
Ketua PMI Kota Magelang Suryantoro menjelaskan dana yang terkumpul akan dialokasikan untuk memperkuat kapasitas pelayanan kemanusiaan dengan fokus utama penyediaan pelayanan donor darah, peningkatan kesiapsiagaan bencana, dan penguatan kemampuan pertolongan pertama.
Selain itu, katanya, pembinaan generasi muda melalui Palang Merah Remaja (PMR) dan berbagai kegiatan relawan korps sukarela di daerah setempat.
Acara penutupan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kota Magelang, perwakilan Akademi Militer, Rindam IV/Diponegoro, pimpinan BUMN/BUMD, serta tokoh masyarakat dan relawan kemanusiaan.

