Logo Header Antaranews Jateng

KPH Kedu Utara lanjutkan penghijauan di kawasan hutan

Minggu, 15 Februari 2026 18:44 WIB
Image Print
Sejumlah anak sekolah melakukan penanaman pohon di kawasan Embung Kledung, Kabupaten Temanggung. ANTARA/Heru Suyitno

Temanggung (ANTARA) - Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kedu Utara melanjutkan upaya pelestarian lingkungan di wilayah itu dengan melakukan penghijauan di lahan seluas 42 hektare di beberapa lokasi.

Administratur Perum Perhutani KPH Kedu Utara Andrie Syailendra di Temanggung, Minggu, menyampaikan area penanaman tersebar di sejumlah wilayah Kedu Utara, meliputi Kabupaten Magelang,
Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Wonosobo.

Jika pada tahun lalu fokus pengembangan
dilakukan pada tanaman pinus dan mahoni, maka pada tahun ini program penghijauan kembali digencarkan dengan rencana penanaman di lahan seluas kurang lebih 42 hektare.

Ia menuturkan, program ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan hidup di kawasan KPH Kedu Utara.

Menurut dia, selain program penanaman terencana, kegiatan penghijauan juga didorong melalui gerakan mandiri
masyarakat.

Ia menyebutkan, berbagai elemen mulai dari pegiat lingkungan hingga kalangan pelajar turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan tanam pohon.

"Bahkan hampir setiap bulan terdapat permintaan penanaman yang dilakukan
secara swadaya sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Lokasi penanaman mandiri ini tersebar di beberapa daerah, seperti Ambarawa, Temanggung, dan Wonosobo," katanya.

Ia menyampaikan, meningkatnya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa isu lingkungan kini semakin dipahami dan mendapat perhatian luas. "Inisiatif yang tumbuh dari masyarakat tersebut juga melibatkan pihak pengelola dalam proses pendampingan dan pelaksanaan penanaman," katanya.

Ia berharap, dengan sinergi antara program resmi dan gerakan mandiri masyarakat, diharapkan upaya penghijauan di wilayah Kedu Utara dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan generasi mendatang.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026