
Mahasiswa KKN UNS jadi Duta Penguatan Koperasi Merah Putih dan Jaminan Sosial

Solo (ANTARA) - Sebanyak 2.050 mahasiswa yang mengikuti kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjadi Duta Penguatan Koperasi Merah Putih dan Jaminan Sosial.
Para mahasiswa dilepas untuk mengikuti program KKN Tematik Periode Januari-Februari 2026. Pelepasan yang dilakukan oleh Sekretaris Menteri Koperasi Republik Indonesia Ahmad Zabadi, S.H., M.M., Rektor UNS Prof. Dr. Hartono, dr. M.Si., dan Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Surakarta Teguh Wiyono di Auditorium UNS, Solo, Jawa Tengah, Selasa.
KKN tersebut menekankan peran strategis mahasiswa dalam penguatan ekonomi kerakyatan, khususnya melalui Koperasi Merah Putih.
Penanggung Jawab KKN Prof. Ir. Dody Ariawan, S.T., M.T., Ph.D., IPU., menyampaikan bahwa 2.050 mahasiswa tersebut akan melaksanakan pengabdian selama 45 hari di 165 desa/kelurahan yang tersebar di sembilan provinsi, dari Jawa hingga Sulawesi Tenggara.
Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Surakarta Teguh Wiyono mengatakan program KKN Tematik bersama BPJS Ketenagakerjaan sekaligus menjadikan peserta sebagai Duta BPJS Ketenagakerjaan.
“Kami berharap mahasiswa yang mengikuti KKN ini dapat menjadi perpanjangan tangan BPJS Ketenagakerjaan dalam mensosialisasikan program jaminan sosial kepada masyarakat. Dengan fokus di desa, pasar, dan UMKM, mahasiswa diharapkan mampu mengedukasi masyarakat yang belum memahami atau memanfaatkan program BPJS Ketenagakerjaan,” kata Teguh.
BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan pelatihan kepada mahasiswa terkait komunikasi efektif, filosofi jaminan sosial, dan pengenalan program jaminan sosial.
“Kami ingin memastikan mahasiswa paham betul manfaat program ini agar dapat menyampaikan informasi dengan tepat kepada masyarakat,” katanya.
Program ini termasuk dalam upaya meningkatkan dan memperluas edukasi masyarakat serta memperluas jangkauan kepesertaan.
Rektor UNS Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., mengatakan KKN Tematik periode ini memang dirancang berbasis kebutuhan lokal dan dilaksanakan melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Salah satu fokus pentingnya adalah sinergi dengan Kementerian Koperasi dalam penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pengembangan koperasi, termasuk Koperasi Merah Putih.
Diharapkan, kolaborasi ini dapat mendorong tata kelola BUMDes yang profesional dan memperkuat koperasi sebagai sokoguru ekonomi desa.
Untuk mendukung kelancaran program, mahasiswa telah dibekali berbagai materi dan memperoleh dukungan dana program sebesar Rp1.000.000/mahasiswa, serta jaminan keselamatan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Ia berharap pelaksanaan KKN ini dapat memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat penerima manfaat.
Sekretaris Menteri Koperasi RI Ahmad Zabadi menyampaikan pesan khusus kepada mahasiswa untuk memanfaatkan momentum KKN sebagai ajang pengabdian dan pembelajaran, terutama dalam memperkuat gerakan koperasi melalui Koperasi Merah Putih.
“Mahasiswa KKN memiliki peran penting sebagai agen perubahan. Mahasiswa KKN dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang koperasi, mendampingi UMKM, serta mendorong inovasi dan digitalisasi koperasi di desa,” ujar Ahmad Zabadi.
Ia menekankan bahwa Koperasi Merah Putih bukan hanya lembaga ekonomi, tetapi juga wujud semangat gotong royong dan kemandirian rakyat, yang diharapkan mampu memberdayakan masyarakat agar lebih mandiri secara ekonomi.
Pewarta : Aris Wasita
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
