Logo Header Antaranews Jateng

Pemprov Jateng pastikan kelayakan fasilitas di posko pengungsi bagi korban banjir

Jumat, 30 Januari 2026 09:05 WIB
Image Print
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. ANTARA/HO-Pemprov Jateng

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan kelayakan fasilitas di posko pengungsian bagi pengungsi korban bencana alam, seperti banjir di Kabupaten Pekalongan.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen di Semarang, Jumat, menegaskan akan terus mengawal penanganan bencana di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Pekalongan.

"Di Pekalongan sudah saya instruksikan dan alhamdulillah terus ada WC portabel," katanya.

Sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu, menegaskan komitmen Pemprov Jateng memastikan seluruh fasilitas di posko pengungsian layak dan kebutuhan dasar warga terpenuhi dengan baik, termasuk sanitasi.

Ia meminta warga terdampak bencana untuk terus melaporkan kebutuhan kepada petugas di lapangan sehingga segera bisa ditindaklanjuti.

"Kalau ada informasi lagi tolong saya diberi tahu saja segera kita tindaklanjuti. Saya butuh masukan-masukan dari masyarakat termasuk nanti titiknya di mana, selain kami juga mengecek satu persatu, kami juga butuh informasi itu," katanya.

Ia meminta warga Jateng terdampak banjir, longsor, rob, dan banjir bandang untuk bersabar.

Jajaran Pemerintah Provinsi Jateng akan terus bersiaga hingga situasi kondusif dan warga bisa kembali ke rumah masing-masing dengan aman.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan Agus Pranoto mengatakan pihaknya telah membuka lokasi baru pengungsian di Internasional Batik Centre (IBC) yang memiliki beberapa fasilitas kamar mandi.

Namun, sebagian warga memilih bertahan di lokasi yang dekat dengan rumah sehingga terjadi kepadatan di beberapa tempat.

Ia mengatakan penataan lokasi pengungsian terus dilakukan bersama pihak kecamatan dan desa.

"Ini kemarin saya sudah minta ke Pak Camat, Pak Kades, yang titik pengungsi yang berjubel itu, ada yang mau digeser sehingga fasilitas yang ada di situ bisa tercukupi semua, tidak berjubel," katanya.

Banjir di Kabupaten Pekalongan merendam 31 desa di delapan kecamatan dan berdampak pada 60.164 jiwa atau 19.190 kepala keluarga.

Hingga Senin (27/1) malam, 1.704 warga masih berada di pengungsian. Tercatat 11.582 rumah dan 60 fasilitas umum terdampak.


Baca juga: Pemkot Semarang segera tangani Jembatan Beringin yang ambrol diterjang banjir



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026