Solo (ANTARA) - Kementerian Koperasi meminta para mahasiswa yang sedang menjalani kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta ikut memperkuat gerakan koperasi melalui Koperasi Merah Putih.
Sekretaris Menteri Koperasi Republik Indonesia Ahmad Zabadi, S.H., M.M. pada pelepasan mahasiswa peserta KKN Tematik UNS di Solo, Jawa Tengah, Selasa meminta para mahasiswa untuk memanfaatkan momentum KKN ini sebagai ajang pengabdian dan pembelajaran, khususnya dalam memperkuat gerakan koperasi melalui Koperasi Merah Putih.
Koperasi Merah Putih bukan hanya lembaga ekonomi, tetapi juga wujud semangat gotong royong dan kemandirian rakyat. Koperasi diharapkan mampu memberdayakan masyarakat agar lebih berdaya dan terlibat aktif dalam pembangunan ekonomi di lingkungannya.
“Mahasiswa KKN memiliki peran penting sebagai agen perubahan. Mahasiswa KKN dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang koperasi, mendampingi UMKM, serta mendorong inovasi dan digitalisasi koperasi di desa. Saya berharap mahasiswa UNS yang sedang KKN dapat menjalankan tugas dengan jujur, profesional, dan penuh tanggung jawab. Teruslah mengabdi dan berkontribusi untuk Indonesia yang mandiri secara ekonomi,” ujar Ahmad Zabadi.
Rektor UNS Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si. dalam sambutannya mengatakan KKN Tematik dirancang berbasis kebutuhan dan potensi lokal, serta dilaksanakan melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
Salah satu fokus penting pada periode ini adalah penguatan kelembagaan desa yang diwujudkan melalui sinergi dengan Kementerian Koperasi Republik Indonesia dalam penguatan BUMDes dan pengembangan koperasi, termasuk Koperasi Merah Putih.
Diharapkan, kolaborasi ini mendorong tata kelola BUMDes yang profesional, memperkuat koperasi sebagai sokoguru ekonomi desa, dan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola usaha kolektif berbasis gotong royong.
Hartono berpesan kepada seluruh mahasiswa yang mengikuti KKN Tematik untuk menjaga nama baik UNS, membangun kerja sama yang harmonis dengan pemerintah desa dan masyarakat, serta bekerja dengan empati, solutif, dan bertanggung jawab.
“Kami atas nama pimpinan Universitas menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh mitra dan instansi yang telah mendukung pelaksanaan KKN Tematik periode ini. Terima kasih atas kerja sama, kepercayaan, dan ruang yang diberikan kepada mahasiswa UNS untuk berkarya dan belajar bersama masyarakat,” katanya.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada para Dosen Pembimbing Lapangan atas dedikasi dan komitmen dalam mendampingi mahasiswa, sehingga program KKN berjalan terarah dan mampu memberikan dampak.
Sementara itu, sebanyak 2.050 mahasiswa UNS mengikuti program KKN Tematik Periode Januari–Februari 2026. Penanggung Jawab KKN yang juga Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS Prof. Ir. Dody Ariawan, S.T., M.T., Ph.D., IPU. menyampaikan KKN periode ini diikuti oleh 2.050 mahasiswa dan 73 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang melaksanakan pengabdian masyarakat selama 45 hari, terhitung sejak 6 Januari-19 Februari 2026.
Para mahasiswa tersebut terbagi ke dalam 185 kelompok dan ditempatkan di 165 desa dan kelurahan yang tersebar pada 85 kecamatan, 33 kabupaten, dan sembilan provinsi di seluruh Indonesia.
Sebaran lokasi KKN meliputi wilayah Bali, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Sulawesi Tenggara. Hal ini menunjukkan komitmen UNS untuk terus hadir dan berkontribusi secara nyata bagi masyarakat di berbagai wilayah Nusantara.
Dalam pelaksanaannya, KKN Tematik UNS pada periode ini dikembangkan ke dalam beberapa tema besar. Tercatat sebanyak 93 kelompok melaksanakan KKN Tematik Kemitraan, baik di dalam maupun di luar Pulau Jawa.
Adapun tema-tema KKN reguler yang dilaksanakan antara lain, Pertanian Terpadu, Ketahanan Pangan Mandiri, Edukasi, Pendampingan, dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis SDGs, Pengembangan Desa Siaga Bencana, Pengembangan UMKM dan Penguatan Kelembagaan Desa.

