Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Suparni selaku Ketua Senat UISI merupakan pengembangan dari kampus Sekolah Tinggi Manajemen Semen Indonesia (STiMSI).
Pendirian perguruan tinggi tersebut diwujudkan melalui Semen Indonesia Foundation (SMIF) yang merupakan lembaga nonprofit perusahaan untuk mengelolah sejumlah kegiatan di bidang pendidikan, lingkungan, sosial, dan pelayanan kesehatan.
Meski tergolong universitas baru, UISI menjadi universitas favorit bagi mahasiswa baru. Terbukti dengan banyaknya pendaftar UISI yakni sebanyak 847 orang sebelum akhirnya terseleksi menjadi 567 orang diterima.
Pendaftar tidak hanya berasal dari Jawa Timur, namun juga Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, hingga Papua, ujar Suparni.
UISI memiliki tiga fakultas dengan 10 program studi yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis memiliki tiga prodi, yakni Manajemen, Akutansi, serta Ekonomi Syariah. Fakultas Teknologi Industri dan Agribisnis memiliki empat program studi yakni Teknik Kimia, Teknik Logistik, dan Teknologi Hasil Pertanian. Fakultas Teknologi Informasi dan Desain Kreatif memiliki program studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, dan Desain Komunikasi Visual.
"Salah satu keunggulan Universitas Internasional Semen Indonesia adalah komitmen kuat Semen Indonesia untuk menyelenggarakan pendidikan tinggi yang berkualitas," kata Suparni dalam siaran pers yang diterima di Semarang.
Selain itu keberadaan perusahaan di lingkungan Semen Indonesia Group dapat dimanfaatkan sebagai laboratorium baru bagi mahasiswa untuk mengekplorasi pengetahuan dan aplikasi ilmu. (ksm)

