Kudus (ANTARA) - Penyerapan APBD Tahun 2025 di semua organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, hingga 30 Juni 2025 atau semester pertama dari total anggaran sebesar Rp2,49 triliun yang terserap sebesar Rp1,03 triliun atau 41,34 persen.
"Dari anggaran sebesar itu, meliputi belanja operasi yang di dalamnya terdapat belanja pegawai dan belanja barang dan jasa serta hibah sebesar Rp1,8 triliun, belanja modal sebesar Rp310,79 miliar, belanja tak terduga Rp63,57 miliar, dan belanja transfer Rp312,49 miliar," kata Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kudus Djati Solechah di Kudus, Jumat.
Berdasarkan data dari sejumlah OPD, kata dia, penyerapan tertinggi mencapai 70,93 persen, sedangkan lainnya bervariasi antara 54,36 persen hingga yang terendah sebesar 12,6 persen.
Ia mengungkapkan OPD yang melakukan penyerapan tertinggi, yakni Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Sedangkan terendah dari kantor kelurahan di Kecamatan Kota.
Meskipun penyerapan anggaran belum separuhnya hingga semester pertama ini, tetapi sejumlah OPD sudah menjalankan kegiatan fisik.
Sehingga realisasi penyerapan anggaran tersebut bisa dijadikan tolok ukur bahwa pelaksanaan program pembangunan di Kabupaten Kudus belum berjalan, karena realisasi keuangan bukanlah realisasi fisik kegiatan sehingga harus menunggu hingga akhir tahun.
Proyek fisik yang berjalan, di antaranya di Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga mulai menyelesaikan perbaikan gedung sekolah. Sedangkan RSUD Kudus juga sudah melelangkan proyek kegiatan pembangunan gedung IGD dan Ponek RSUD dr. Loekmono Hadi.
Sementara Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus juga mulai melelang sejumlah program perbaikan Puskesmas dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kudus juga sudah melaksanakan pembangunan gedung fasilitas layanan perpustakaan umum kabupaten.
Sementara untuk membangun kembali Pasar Barang Bekas (Babe) Kudus yang terbakar, hingga kini masih menunggu unggah dokumen di Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kudus.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kudus Anggun Nugroho mengakui program kegiatan fisik perbaikan sekolah tingkat SD dan SMP sudah mulai dikerjakan, terutama yang penunjukan langsung.
"Tahun ini ada 58 paket kegiatan dengan anggaran sebesar Rp9,37 miliar itu. Kegiatannya ada yang melalui mekanisme lelang dan penunjukan langsung," ujarnya.
Untuk program kegiatan fisik yang melalui mekanisme lelang, kata dia, segera dilelangkan karena saat ini sudah memasuki bulan ke tujuh, meskipun proyek fisik yang hendak dikerjakan tidak ada bangunan konstruksi yang berat.
Baca juga: KPPN Kudus: Distribusi Dana Desa di 3 kabupaten capai Rp334,34 miliar

