Temanggung (ANTARA) - Tim Satuan Tugas (Satgas) Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, terus melakukan percepatan pembangunan gedung koperasi.
Bupati Temanggung Agus Setyawan, di Temanggung, Senin, menyampaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung menyatakan dukungan penuh terhadap program strategis nasional (PSN) Koperasi Desa Merah Putih.
Sebanyak 289 desa dan kelurahan di Kabupaten Temanggung, 255 lokasi di antaranya telah membangun koperasi, sementara 34 desa dan kelurahan lainnya masih terkendala ketersediaan lahan.
Ia menegaskan, sinergi antara pelaksana di lapangan, Pemkab, dan pemerintah desa menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
"Intinya Pemerintah Kabupaten Temanggung mendukung sepenuhnya PSN Koperasi Desa Merah Putih. Harapannya sinergitas antara eksekutor di lapangan, Pemkab, dan pemerintah desa selalu terjaga, karena ujungnya untuk kesejahteraan masyarakat," katanya.
Ia menyebutkan, hingga akhir Januari 2026 sudah ada sekitar tiga hingga lima koperasi desa yang selesai secara fisik dan infrastruktur.
Namun demikian, masih terdapat sejumlah desa yang belum memiliki lahan karena keterbatasan wilayah.
Kepala Desa Badran, Kecamatan Kranggan Nopirmansyah, mengatakan pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih di desanya telah mencapai sekitar 90 persen. Pengerjaan dilakukan secara cepat karena mengejar target penyelesaian.
"Pembangunan ini dikebut sekitar lima sampai enam hari ke depan. Insya Allah segera selesai, termasuk penataan lahan parkir agar tidak menghambat aktivitas," katanya.
Ia menambahkan, lokasi koperasi berada di atas tanah bondo desa yang telah melalui musyawarah desa khusus, sehingga status kepemilikan lahan jelas dan tidak bermasalah. Tanah tersebut diserahkan kepada koperasi untuk dikelola demi kepentingan masyarakat.
Ia menyampaikan, keberadaan koperasi sangat penting di tengah pemangkasan dana desa yang mencapai sekitar 70 persen. Dari sebelumnya menerima dana desa sekitar Rp1,15 miliar, Desa Badran kini hanya mendapatkan sekitar Rp328 juta.
"Dengan kondisi ini, koperasi harus benar-benar dihidupkan. Nanti ada bagi hasil keuntungan sekitar 20 persen yang bisa membantu keuangan desa," katanya.

