Solo (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Asia Pacific University (APU) Malaysia menjalin kolaborasi untuk meningkatkan penelitian berdampak.
Terkait hal itu, Lembaga Riset dan Inovasi (LRI) UMS menghadirkan profesor tamu (visiting professor) Prof. Dr. Mohammad Falahat dari APU Malaysia. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pusat studi di UMS pada di Ruang Seminar Pascasarjana, Kampus 2 UMS Solo, Jawa Tengah, Selasa.
Wakil Rektor V UMS Prof. Supriyono, Ph.D., mengatakan saat ini adalah era disrupsi. Dia mengatakan telah mendengar perkataan Elon Musk yang mengatakan adanya teknologi singularitas (technological singularity).
“Teknologi singularitas. Singularitas dalam bidang saya terjadi ketika sebuah angka dibagi dengan nol, yang artinya kita tidak tahu persis akan hasilnya, ini sangat tidak pasti. Ketika teknologi singularitas terjadi, akan terjadi banyak disrupsi,” katanya.
Menurut Supriyono, perguruan tinggi menjadi salah satu sektor yang terdampak oleh disrupsi teknologi tersebut. Tantangan berat muncul untuk dapat mengelola publikasi kampus dengan baik. Ia berharap kehadiran Prof. Falahat dapat memberikan solusi terhadap tantangan tersebut.
Dalam pemaparannya, Prof. Falahat yang merupakan membahas big data UMS, termasuk subject area penelitian dosen dan mahasiswa. Ia merekomendasikan agar UMS memprioritaskan publikasi pada jurnal Q1 dan Q2 serta mengutamakan kualitas daripada kuantitas.
Falahat juga menegaskan pentingnya kolaborasi riset internasional untuk meningkatkan sitasi publikasi. Menurutnya, kerja sama lintas negara akan memberikan dampak signifikan pada pengakuan ilmiah.
Setelah sesi presentasi, UMS menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan APU Research Institute. Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi internasional dalam bidang riset dan publikasi.
“Kami ingin belajar dari pengalamannya dalam meningkatkan kolaborasi internasional untuk publikasi,” kata Supriyono.
Ia menilai presentasi Prof. Falahat membuka wawasan tentang potensi big data UMS yang selama ini kurang dimanfaatkan terutama terkait dengan publikasi artikel ilmiah di kampus UMS.
Sementara itu, Prof. Falahat menyampaikan optimismenya terhadap potensi UMS menjadi pusat riset regional.
“Kita percaya UMS memiliki potensi untuk menjadi regional hub di Indonesia. Berdasarkan sarana dan prasarana, kapasitas dan kapabilitas untuk publikasi, kita melihat ini sebagai kesempatan besar sehingga kita lakukan perjanjian kerja sama,” kata Prof Falahat.
Pihaknya sangat menantikan kolaborasi yang akan terjalin dengan UMS ke depannya. Ia berharap kerja sama ini dapat mendorong peningkatan kualitas publikasi ilmiah secara berkelanjutan.

