Purwokerto (ANTARA) - Perseroan Terbatas Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto menyerahkan bantuan pertanggungjawaban sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) untuk warga Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Bantuan berupa hewan kurban sebanyak 6 ekor sapi dan 10 ekor kambing senilai Rp200 juta itu diserahkan secara simbolis oleh Kepala PT KAI Daop 5 Purwokerto Joko Widagdo kepada Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono selaku Ketua Forum CSR Kabupaten Banyumas di Pendopo Wakil Bupati, Purwokerto, Banyumas, Kamis pagi.
Selanjutnya bantuan CSR tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wabup Sadewo kepada perwakilan pengurus Yayasan Sosial Adisatrya Center, Kecamatan Purwokerto Timur, Banyumas, untuk didistribusikan kepada masyarakat.
Selain hewan kurban, Tim Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT KAI Daop 5 Purwokerto juga menyalurkan bantuan berupa 15 set kasur berikut seprai dan bantal senilai Rp7,5 juta untuk membantu warga terpapar COVID-19 di Kelurahan Bantarsoka, Kecamatan Purwokerto Barat.
Kepala PT KAI Daop 5 Purwokerto Joko Widagdo mengatakan penyaluran bantuan CSR melalui Pemerintah Kabupaten Banyumas tersebut sebagai implementasi dari budaya perusahaan berupa AKHLAK.
"Salah satu poin dalam AKHLAK itu adalah Kolaborasi, membangun kerja sama yang sinergis. Oleh karena itu, kami berkolaborasi dengan pemerintah daerah sebagai implementasi budaya perusahaan," katanya.
Sementara itu, Wabup Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan penyaluran CSR dari PT KAI Daop 5 Purwokerto tersebut difasilitasi oleh anggota DPR RI Adisatrya Suryo Sulisto.
"Mas Adisatrya kan anggota Komisi VI DPR RI yang membawahi BUMN. Kemarin juga ada dari Bulog lewat mas Adisatrya. Kita catat saja, yang penting buat rakyat," katanya.
Terkait dengan bantuan CSR PT KAI Daop 5 Purwokerto, dia mengatakan hal itu merupakan kali kedua yang disalurkan melalui Pemkab Banyumas.
Menurut dia, penyaluran bantuan CSR pertama diberikan kepada Baselan (bengkel keris) Kiai Sela Pamujan dan Rumah Lengger.
"Kalau dulu, PT KAI menyalurkan bantuan CSR hanya untuk warga terdampak rel kereta tapi ternyata sekarang aturannya boleh kepada warga yang tidak terdampak. Keuntungan koordinasi dengan pemerintah karena pemerintah daerah pasti tahu warga mana yang membutuhkan bantuan," katanya.
Ia mengharapkan BUMN lainnya yang ada di Kabupaten Banyumas juga melakukan hal serupa dengan PT KAI Daop 5 Purwokerto.
"Bahkan, sudah mulai diterapkan sejak saya menjadi Ketua Forum CSR," katanya. ***3***

