Front Pemuda Madura minta milenial teladani Pertamina

id pertamina

Front Pemuda Madura minta milenial teladani Pertamina

Ketua Umum FPM Asip Irama saat mengisi webinar bertema BUMN Untuk Negeri: Mengawal Spirit Pemuda Demi Stabilitas Indonesia. ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Front Pemuda Madura meminta generasi milenial meneladani semangat Pertamina yang tetap berjuang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat meski banyak keterbatasan di tengah pandemi.

Pada keterangan tertulis yang diterima Antara di Solo, Senin, Ketua Umum Front Pemuda Madura (FPM) Asip Irama mengatakan semangat pemuda Indonesia menjadi sangat penting untuk kembali dibangkitkan di tahun 2020 ini.

"Mengingat Negara dan bangsa kita saat ini sedang didera cobaan bertubi-tubi, terutama gelombang COVID-19 yang efeknya sangat terasa di berbagai pilar kehidupan, baik kesehatan, sosial, maupun ekonomi," katanya pada seminar virtual bertema "BUMN Untuk Negeri: Mengawal Spirit Pemuda Demi Stabilitas Indonesia" tersebut.

Ia mengatakan semangat Pertamina yang diharapkan bisa dicontoh oleh generasi muda adalah tetap memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat khususnya kaitannya dengan bahan bakar.

"Pertamina merugi? Iya, seperti halnya pelaku bisnis di seluruh dunia, Pertamina pun terseok-seok didera krisis akibat pandemi. Namun tidak sehari pun Pertamina menghentikan pelayanannya terhadap masyarakat Indonesia," katanya.

Bahkan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, selama pandemi COVID-19 volume penjualan bahan bakar minyak (BBM) Pertamina turun drastis hingga 26 persen. Bahkan, dikatakannya, di beberapa daerah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) penjualan produk Pertamina rata-rata turun hingga 50 persen selama pandemi berlangsung.

Apalagi, di saat yang sama nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) ikut melemah sehingga berdampak pada tekanan finansial mengingat pembelian bahan mentah produk Pertamina menggunakan dollar AS, sedangkan di sisi lain pendapatan dalam rupiah.

"Di sisi hulu, harga minyak mentah Indonesia turun ke level terendah dalam sejarah yang mengakibatkan 'cash flow' Pertamina terganggu. Tercatat di semester 1 tahun ini Pertamina merugi hingga Rp11 triliun, tetapi hal itu tidak mengurangi kontribusi Pertamina kepada masyarakat," katanya.

Selain itu, dikatakannya, meski pandemi Pertamina tetap berupaya mempertahankan sebanyak 1,1 juta pekerjanya tetap aman dan terjamin. Bahkan, dikatakannya, Pertamina juga mengeluarkan bantuan yang mencapai Rp850 miliar melalui program Pertamina Peduli untuk membantu Indonesia dalam penanganan COVID-19.

"Semangat inilah yang harus kita teladani sebagai generasi muda. Bagaimana di tengah krisis ini kita tetap bangkit berbuat yang terbaik bagi Indonesia dengan segala kemampuan yang kita punya," katanya.

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar