Pemkab Batang siap padukan kawasan industri dengan TOD

id Pemkab Batang, KIK dan konsep rest area TOD

Pemkab Batang siap padukan kawasan industri dengan TOD

Peta Kawasan Industri Terpadu (KIK) Kabupaten Batang. KIK di Batang ditargetkan terealisasi pada 2021. (ANTARA/Kutnadi)

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, siap memadukan rencana pembangunan kawasan industri terpadu (KIK) dengan konsep tempat istirahat "transit oriented development" (TOD) yang berlokasi di KM. 369 Tol Batang-Semarang.

Bupati Batang Wihaji di Batang, Rabu, mengatakan bahwa konsep "rest area TOD" sudah masuk dalam satu paket dengan kawasan industri terpadu yang menempati lahan PT Perkebunan Nusantara IX di Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih.

"Kami tidak menghilangkan konsep TOD yang kami gagas dulu namun akan dijadikan satu paket dengan kawasan industri terpadu," katanya.



Menurut dia, "rest area TOD" yang nanti berada berdekatan dengan kawasan industri terpadu ini akan dibangun hotel, apartemen, dan produksi UMKM yang dilengkapi paket wisata.

"Jadi KIK di Batang akan ada perbedaan suasana dengan kawasan industri di daerah lainnya," kata Wihaji.

Ia mempersilakan para investor datang ke Kabupaten Batang karena pemkab akan memberikan kemudahan regulasi segi perizinan, harga tanah yang lebih murah hingga ketersediaan energi listrik yang akan dipasok dari PLTU berkapasitas 2x1.000 MW.

Baca juga: Batang siap tampung pemindahan kawasan industri dari Brebes

Selain itu, kata dia, dengan luas tanah sekitar 4.000 hektare yang terdiri atas 3.000 hektare berada dalam satu hamparan akan memberikan kelebihan tersendiri untuk membangun kawasan KIK.

Ia mengatakan saat rapat bersama dengan para menteri belum lama ini, dirinya telah mengusulkan lahan KIT Batang gratis selama beberapa tahun karena dengan cara ini, Indonesia dapat bersaing dengan negara lain untuk menarik minat investor asing datang ke sini.

"Investor cukup membawa kartu tanda penduduk (KTP), usahanya apa dan serius tidak. Jika serius, silakan ada tanah yang siap dibangun dan sementara tidak bayar dulu," katanya.


Ia menambahkan pemkab menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Menteri BUMN, PUPR, Menteri Perhubungan, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang mencanangkan Kabupaten Batang sebagai kawasan industri terpadu.


Baca juga: Pemerintah Batang luncurkan wahana wisata Bukit Hijau Viyata
Pewarta :
Editor: Wisnu Adhi Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar