Puluhan seniman melukis bersama "Jiwa tak terbatas" di Temanggung

id melukis bersama, temanggung

Puluhan seniman melukis bersama "Jiwa tak terbatas" di Temanggung

Sejumlah seniman melukis bersama di kawasan Pendopo Pengayoman Kabupaten Temanggung, Minggu (23/2/2020). ANTARA/Heru Suyitno

Temanggung (ANTARA) - Sekitar 30 seniman dari beberapa daerah, seperti Bali, Jakarta, Yogyakarta, Magelang, dan Temanggung melukis bersama di kawasan Pendopo Pengayoman Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Ketua panitia melukis bersama, Faisal Budiharso, di Temanggung, Minggu, mengatakan kegiatan ini untuk menutup pameran lukisan yang sudah berlangsung sejak Rabu (19/2).

Pameran lukisan dengan tema "Jiwa tak terbatas" itu, untuk memperingati ulang tahun ke-31 komunitas "Cah Temanggung Kreatif" (Catek) dengan memamerkan 80 karya lukis dari sekitar 50 perupa.

Baca juga: Puluhan lukisan karya anak berkebutuhan khusus dipamerkan di UMP

Faisal menuturkan tidak semua peserta pameran bisa ikut kegiatan melukis bersama itu, karena pada saat yang bersamaan sejumlah pelukis juga mengikuti pameran lukisan di Yogyakarta.

"Sejumlah pelukis yang datang dan ikut melukis bersama saat ini, selain dari Temanggung juga dari Jakarta, Yogyakarta, Ambarawa, Grabag, Borobudur, dan Bali," katanya.

Ia menyampaikan para pelukis menuangkan apa yang mereka pikirkan dan apa yang mereka lihat di sekitar Pendopo Pengayoman. Ada yang melukis di kanvas, ada pula yang melukis menggunakan media kertas.

Menurut dia, hal yang terpenting dalam kegiatan itu para pelukis mencoba membangun suasana guyub rukun di Temanggung.

Terkait dengan pameran lukisan, kata dia, sudah ada satu lukisan karya Bagus Triyono dengan judul "Persembahan" dibeli oleh seorang kolektor Temanggung dengan harga Rp20 juta.

"Adapun beberapa karya pelukis lain masih dalam proses negosiasi harga dengan para kolektor lukisan," katanya.

Pelukis dari Yogyakarta, Chamid Arang, mengatakan pada kegiatan melukis bersama itu dirinya melukis energi yang ada di sekitar Pendopo Pengayoman.

"Hal itu berdasarkan pembacaan imajiner saya, lalu dituangkan dalam lukisan. Belum tahu hasilnya bagaimana, tapi yang jelas ini energi di sekitar Pendopo Pengayoman," katanya.

Baca juga: Mat-matan menyuarakan makna bisikan candi-candi
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar