Bupati berharap Banyumas bebas dari TBC pada 2023

id lokakarya penyakit TBC,Banyumas bebas TBC

Bupati berharap Banyumas bebas dari TBC pada 2023

Bupati Banyumas Achmad Husein (tengah) saat membuka lokakarya mengenai penyakit TBC di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis (1/8/2019). (ANTARA/Dok. Humas Setda Banyumas)

Purwokerto (ANTARA) - Bupati Banyumas Achmad Husein meminta semua pihak untuk berkomitmen dalam mengeliminasi tuberkulosis (TBC) sehingga wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dapat terbebas dari penyakit menular yang bisa menyebabkan kematian itu pada 2023.

"Jangan menunggu 2028, kalau bisa 2023. Saya percaya yang hadir di sini mempunyai kemampuan untuk itu, dan masyarakat waspada terhadap TBC," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis.

Baca juga: Kenali gejala penyakit TBC sejak dini

Ia mengatakan hal itu saat membuka lokakarya tentang penyakit TBC yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas bersama Yayasan KNCV Indonesia yang dilanjutkan dengan pembentukan Tim Distric-Based Public Private Mix (DPPM) dan Koalisi Organisasi Profesi Indonesia (KOPI) untuk Penanggulangan Penyakit.

Dia mengatakan kesehatan salah satu indeks kesejahteraan masyarakat karena hal itu akan menggambarkan kemajuan pembangunan kesehatan di suatu wilayah.

Menurut dia, banyak orang yang kurang mempedulikan penyakit TBC karena dianggap penyakit rakyat, padahal penyakit tersebut paling mudah penularannya dan paling lama penyembuhannya.

"Penyakit ini sangat berdampak terhadap aktivitas yang tidak maksimal pada penderitanya dan mengganggu orang di sekitarnya. Bayangkan, apabila ada di sekitar yang terus batuk," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas Sadiyanto mengatakan hingga saat ini di daerah tersebut terdapat 1.910 kasus penyakit TBC.

Oleh karena itu, pihaknya menargetkan eliminasi TBC pada 2028 guna mendukung program pemerintah pusat menuju eliminasi TBC pada 2030.

Baca juga: Dokter: TBC bisa sembuh asal jalani pengobatan rutin

"Pencegahan dan pengendalian penyakit TB/TBC tidak hanya menjadi tugas Dinas Kesehatan, juga melibatkan seluruh elemen lembaga profesi yang berlatar belakang kedokteran maupun bukan. Koalisi Organisasi Profesi dalam Penanggulangan TB (KOPI TB) bersama Dinas Kesehatan harus berkomitmen dalam menanggulangi masalah penyakit tuberkulosis di Banyumas," katanya.

Ia mengharapkan dengan adanya kolaborasi antara KOPI TB, DPPM, dan Dinas Kesehatan dapat terbentuk suatu strategi sehingga semua kasus TBC dapat ditemukan dan diobati sesuai standar agar dapat menurunkan kasus tuberkulosis.

Dia menjelaskan upaya mencegah penularan TBC dapat dilakukan dengan menghindari kontak dengan penderita TBC, sedangkan bagi penderita diharapkan tidak bersin sembarangan dan diupayakan menggunakan masker.

"Untuk rumah agar ada ventilasi atau saluran udara yang baik dan penghuninya menjaga daya tahan tubuh. Itu karena dengan tubuh yang sehat akan terhindar dari bakteri Mycrobacterium Tuberculosis," katanya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen pencegahan TBC di Kabupaten Banyumas oleh Tim DPPM, Bupati Banyumas, kepala Dinas Kesehatan, perwakilan lembaga profesi, dan peserta lokakarya. 
 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar