BPBD Temanggung distribusikan air bersih ke desa terdampak kekeringan

id bantuan air bersih

BPBD Temanggung distribusikan air bersih ke desa terdampak kekeringan

BPBD Kabupaten Temanggung mendistribusikan air bersih di salah satu sekolah di Kecamatan Tlogomulyo yang kekurangan air bersih di musim kemarau ini. (ANTARA/Dok. BPBD Kabupaten Temanggung)

Air bersih telah sulit didapat di wilayah tersebut memasuki musim kemarau ini sehingga mulai mendapat bantuan air
Temanggung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah mulai mendistribusikan bantuan air bersih untuk dua desa di Kecamatan Tlogomulyo yang terdampak kekeringan.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Gito Walngadi di Temanggung, Senin, mengatakan dua desa yang mendapat bantuan air bersih adalah Desa Jetis dan Drono, yang daerahnya bersebelahan.

"Air bersih telah sulit didapat di wilayah tersebut memasuki musim kemarau ini sehingga mulai mendapat bantuan air," katanya.

Beberapa hari lalu, pihaknya menerima surat permohonan bantuan air bersih dari Kecamatan Tlogomulyo untuk dua desa tersebut, karena sumber mata air warga telah mengering.

Setelah disurvei dan hasilnya memang membutuhkan, kemudian mulai didistribusikan air bersih dengan menggunakan dua truk tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter.

Baca juga: Delapan desa di Cilacap krisis air bersih

Ia menjelaskan titik pasok air bersih di bak penampungan masyarakat dan pondok pesantren setempat. Warga selanjutnya mengambilnya dari bak penampungan tersebut.

Sebanyak 11 di antara 20 kecamatan di Kabupaten Temanggung,  kata dia, daerah rawan kekeringan dan krisis air bersih, meskipun begitu kekeringan tidak masif melainkan parsial atau di dusun dan desa tertentu.

Ia mengimbau pada kepala desa di daerah rawan kekurangan air bersih untuk aktif menyampaikan perkembangan di daerahnya.

"Segera minta bantuan air bersih jika memang sangat membutuhkan," katanya.

Pada 2019, BPBD Kabupaten Temanggung menganggarkan dana untuk pengadaan 350 tangki air bersih guna penanganan krisis air bersih. Dana tersebut dari APBD Kabupaten Temanggung.

"Jika memang masih kurang akan dimintakan BPBD provinsi dan APBN serta dana CSR sejumlah perusahaan," demikian Gito Walngadi. 

Baca juga: Distribusi air bersih di Temanggung terkendala armada
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar