Semarang, (Antaranews Jateng) - Prima Raja Sari Resto Bandara Semarang menghadirkan suasana baru menikmati sajian kuliner, yakni sambil berperahu menyusuri tambak bandeng.
"Kami punya yang namanya "floating resto". Pengunjung bisa makan di atas perahu sambil menyusuri tambak," kata pemilik Prima Raja Sari Resto Bandara Semarang Darsono di Semarang, Jumat.
Saat ini, sudah ada lima unit perahu yang siap melayani pengunjung yang ingin makan dengan sensasi berbeda dari restoran-restoran umumnya yang bisa dinikmati tanpa membayar biaya tambahan.
Pengunjung yang ingin menikmati sensasi "floating resto" harus mendayung sendiri perahunya menyusuri tambak yang luasnya kurang lebih 7 hektare itu sembari memberi makan ikan bandeng.
"Rencananya, kami sediakan 10 unit perahu. Nanti, pengunjung bisa berhenti di `spot-spot` tertentu, kemudian makanan pesanannya akan diantarkan. Ini sedang kami siapkan `spot`-nya," katanya.
Untuk menunya, tersedia banyak pilihan, seperti bandeng bakar madu, sup kepala salmon, gurami bumbu raja, gurami terbang, gurami bumbu rujak, kepiting lada hitam, hingga olahan ayam dan bebek.
Tak hanya "floating resto", berbagai wahana juga tersedia di restoran itu, seperti robot karakter yang bisa dipakai kostumnya oleh pengunjung, atau sekadar dijadikan "teman" untuk berfoto.
Setidaknya ada lima karakter tokoh "superhero" lengkap dengan kostum kebesarannya yang dipajang di restoran itu, yakni Robocop, Captain America, Iron Man, Batman, dan Thor.
"Ada juga arena permainan panahan. Pengunjung bisa mencoba atau berlatih keterampilan memanah yang akan didampingi oleh instruktur. Cukup membayar Rp25 ribu/orang untuk 10 anak panah," katanya.
Selain itu, pusat oleh-oleh khas Semarang juga tersedia di Prima Raja Sari Resto Bandara Semarang untuk melayani pengunjung yang belum sempat berkeliling mencari oleh-oleh untuk dibawa pulang.
Bagi pengunjung yang ingin mencoba mengolah ikan bandeng sendiri, kata dia, juga disediakan "open kitchen cooking class" yang akan dipandu chef untuk menghasilkan citarasa masakan yang sama dengan masakan chef.
Ikan bandengnya jelas "fresh", lanjut dia, karena langsung ditangkap, dibersihkan, kemudian disediakan bumbu-bumbunya lengkap sehingga pengunjung bisa memasaknya persis dengan citarasa masakan chef di restoran itu.
"Konsepnya tidak hanya restoran, tetapi `one stop touring`. Kami berharap resto ini bisa jadi destinasi baru yang lengkap, apalagi nanti dilewati akses Bandara Internasional Ahmad Yani," katanya.

