Semarang, ANTARA JATENG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan jajaran pejabat harus mau turun ke bawah untuk melihat, mendengar, dan merasakan secara langsung permasalahan yang dihadapi masyarakat.
"Saya selalu katakan kepada teman-teman di Pemerintah Kota Semarang. Turun ke bawah itu wajib hukumnya," katanya, ketika berkeliling di wilayah Kelurahan Lamper Lor, Semarang, Rabu.
Kalau sudah diingatkan untuk aktif turun ke masyarakat tetapi tidak dilakukan juga, ia memilih untuk mengajak jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) turun bareng-bareng berkeliling wilayah.
Saat berkeliling, langkah kaki orang nomor satu di Kota Semarang itu terhenti di depan rumah di RT 1/RW 5, Kelurahan Lamper Lor, Semarang Selatan yang kondisinya memprihatinkan dengan dinding dan atap yang jebol.
Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, segera memerintahkan jajaran terkait, yakni Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Semarang untuk segera memperbaiki rumah yang ternyata milik warga bernama Agus.
"Rumah sudah seperti itu kok masih ditinggali? Kalau ambruk, siapa yang tanggung jawab," kata Hendi kepada Muthohar, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman yang mendampinginya berkeliling.
Bahkan, politikus PDI Perjuangan itu memberikan target perbaikan rumah tidak layak huni itu diselesaikan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dalam waktu sebulan yang langsung disanggupi oleh Muthohar.
"Tolong segera diperbaiki rumahnya. Bulan ini bisa selesai ya?," tanya Hendi kepada Muthohar, seraya menunjuk beberapa bagian dinding yang jebol, atap yang sudah keropos dan jebol, serta lantai yang belum berkeramik.
Menurut dia, permasalahan rumah yang tidak layak huni di Kota Semarang bukan hanya ada di Kelurahan Lamper Lor, tetapi dimungkinkan masih ada warga di kelurahan lain yang mengalami nasib sama seperti Agus.
"Makanya, sebisa mungkin setiap pagi saya usahakan berkeliling kampung. Yang seperti ini bisa saja luput dari perhatian msyarakat sekitar sehingga tidak dikomunikasikan kepada kami," pungkas Hendi.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang Muthohar mengatakan rumah tidak layak huni milik Agus itu akan mulai dibenahi pada pertengahan November 2017 dan diselesaikan hingga akhir bulan ini.
"Kami lihat untuk perbaikan atap, dinding, dan lantai membutuhkan waktu sekitar dua minggu. Namun, agar cepat selesai tentu saja kami membutuhkan partisipasi masyarakat untuk ikut bergotong-royong," katanya.
Sementara itu, Agus, pemilik rumah yang kondisinya tidak layak huni di Kelurahan Lamper Lor itu langsung terlihat sumringah dan mengembangkan senyumnya mengetahui tempat tinggalnya bakal dibenahi oleh Pemkot Semarang.
"Saya sangat senang langsung diperbaiki Pak Wali. Sudah lama rumah begini karena saya tidak mampu memperbaiki. Saya tidak menyangka jika perhatian Pak Wali sampai kepada kami," katanya.

