Magelang, ANTARA JATENG - Universitas Tidar (Untidar) Magelang tengah mempersiapkan kampus baru di beberapa wilayah, selain mempercepat pembangunan infrastruktur di Kampus Tuguran Kota Magelang, kata Rektor Untidar Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd.
Cahyo di Magelang, Sabtu, menyebutkan, kampus baru tersebut akan dibangun di Sidotopo Kota Magelang untuk Fakultas Kedokteran dan tanah di Mertoyudan untuk rumah sakit pendidikan.
Di wilayah Kabupaten Magelang, tanah di Grabag untuk Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan tanah Bandongan untuk Fakultas Pertanian.
Kemudian, tanah di Kledung Kabupaten Temanggung untuk Program Studi Akuakultur dan Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, dan tanah di Selomerto Kabupaten Wonosobo untuk Program Studi Peternakan dan Program Studi Perkebunan.
Ia mengatakan hal tersebut pada Dies Natalis ke-3 Untidar yang dihadiri Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir. Pada kesempatan tersebut Menristekdikti juga meresmikan gedung Fakultas Teknik.
Cahyo mengatakan pada usia tiga tahun banyak dianalogikan seperti seorang bayi yang baru mulai belajar merangkak atau berjalan. Analogi tersebut sesuai dengan Untidar yang melakukan Dies Natalis ke-3 sebagai perguruan tinggi negeri.
Namun, katanya bayi tersebut tidak hanya mulai belajar merangkak atau berjalan, tetapi mulai berlari kencang.
"Tema dies natalis kali ini `Inovatif, Produktif dan Akseleratif` sekaligus sebagai pembuktian, harapan, dan janji Untidar kepada seluruh sivitas akademika, masyarakat Kota Magelang khususnya serta seluruh rakyat Indonesia bahwa pendidikan akan membawa kita pada kehidupan yang lebih baik. Kami sedang menata Kampus baik secara akademik maupun sistem pendidikan," katanya.
Menurut dia lari kencang Untidar dibuktikan dalam kurun waktu singkat, 1 April 2014 hingga 1 April 2017, Untidar telah berkembang pesat terutama pada bidang infrastruktur, media pembelajaran serta alat-alat laboratorium pendukung perkuliahan.
Menristekdikti dalam sambutannya mengapresiasi segala upaya dan usaha yang dilakukan oleh Untidar, terutama dalam lari kencangnya untuk pengembangan kampus.
"Saya sedikit napak tilas, tahun 1992 saya pernah mengajar di sini dan saya apresiasi perkembangan sekarang, dulu yang daftar di sini sangat sedikit, sekarang luar biasa, ini tandanya berhasil," katanya.
Ia mengatakan dari sisi infrastruktur dirinya juga mengapresiasi Untidar yang menyelesaikan pembangunan gedung dengan cukup cepat. Artinya, akses mahasiswa akan bertambah lagi yang masuk ke Untidar.
Menurut dia untuk mencapai daya saing bangsa yang baik, ada dua hal utama yang dikembangkan, yaitu sumber daya (skill worker) dan inovasi. Inovasi akan berhasil bila risetnya baik.
"Saya minta para dosen Untidar risetnya baik. Apalagi Untidar menasbihkan dirinya ingin menjadi universitas riset. Kalau bisa Untidar menjadi Universitas yang berbudaya, budaya riset dan inovasi, selain itu buatlah milestone, dalam 20 tahun ke depan sudah punya rencana PTN ini dibawa ke mana," katanya.
Ia menyampaikan jangan terlalu puas dengan capaian yang ada sekarang, kampus Untidar harus terus dikembangkan, baik secara akademis maupun secara infrastruktur yang secara tidak langsung mendukung pengembangan riset dan inovasi.

