Kudus (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memastikan semua lokasi tanggul rusak yang mengakibatkan banjir di sejumlah daerah di Kudus tertangani dengan baik, sehingga dampak banjir bisa diminimalkan.
"Kami mencatat ada 30 lokasi kerusakan tanggul, baik yang kecil-kecil maupun yang berukuran besar. Sedangkan yang berukuran besar, di antaranya di Desa Golantepus (Kecamatan Mejobo) dengan panjang tanggul yang jebol antara 10-15 meter," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Kudus Eko Hari Djatmiko ditemui di sela-sela memantau kondisi tanggul di Desa Golantepus di Kudus, Sabtu.
Dari puluhan lokasi tanggul jebol, kata dia, beberapa di antaranya terjadi di aliran sungai besar, seperti Sungai Piji dan Dawe terdapat lima lokasi tanggul jebol.
Selain tanggul jebol, kata dia, juga terdapat tanggul sungai yang longsor, seperti di aliran Sungai Gelis terdapat dua lokasi.
"Longsor juga terjadi di Desa Colo, Kecamatan Dawe, yang terjadi pada tanggul jembatan menuju pintu masuk Wisata Colo, Desa Colo, Kabupaten Kudus," ujarnya.
Ia mengungkapkan, semua tanggul jebol sudah tertangani, termasuk yang berukuran besar juga ditangani dengan penanganan darurat menggunakan karung plastik berisi tanah uruk.
Penanganan tanggul jebol, kata dia, selain melibatkan BPBD, Dinas PUPR, Destana, BBWS, hingga masyarakat.
BBWS Pemali Juana juga menurunkan alat berat untuk penanganan banjir di sejumlah aliran sungai, terutama di Sungai Dawe yang terdapat jebolan.
Sementara itu, Kepala Desa Golantepus Nuur Taufiq mengungkapkan banjir di desanya terjadi sejak lima hari lalu.
"Alhamdulillah tanggul jebol yang mengakibatkan warga kebanjiran bisa tertangani segera. Hal ini berkat kerja sama semua pihak, termasuk dari BBWS, BPBD, dan masyarakat yang mendominasi kerja baik memperbaiki tanggul Sungai Dawe yang jebol antara 10-15 meter," ujarnya.
Ia mengakui tanggul jebol yang terjadi di Desa Golantepus cukup banyak, pertama kali terjadi pada Kamis (15/1) sekitar pukul 09.00 WIB akibat tingginya debit air sungai yang dipicu curah hujan tinggi.
"Alhamdulillah, berkat dukungan warga yang langsung bergerak cepat bergotong royong, tanggul-tanggul yang jebol bisa ditangani. Total ada delapan lokasi tanggul jebol, baik berukuran kecil maupun sedang," ujarnya.
Ia mengungkapkan tanggul jebol dan limpasan tersebar di beberapa aliran sungai yang melintasi Desa Golantepus, yakni Sungai Piji, Sungai Dawe, Sungai Poceho, hingga Sungai Prisen.
Dengan jebolnya tanggul Sungai Dawe, dia berharap, ada perhatian dan perbaikan secara permanen, karena banyak tanggul kritis yang perlu diperbaiki secara permanen, sehingga ketika curah hujan tinggi tidak mudah jebol maupun limpas.
Meskipun di sejumlah lokasi terdapat genangan banjir, kata dia, warganya belum ada yang mengungsi, terlebih saat ini mulai surut. Sedangkan dapur umum juga disiapkan pemerintah desa untuk antisipasi.

