Magelang (ANTARA) - Kota Magelang mencetak prestasi berupa memecahkan Rekor Dunia MURI melalui flashmob kolosal bertajuk "Harmoni Pesona Batik" Minggu.
Rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang di Magelang, Minggu, menyebutkan acara di kawasan alun-alun hingga Jalan Pemuda atau kawasan "Pecinan" Kota Magelang itu, melampaui target peserta dengan menghadirkan lebih dari 15.000 penari dan menampilkan kurang lebih 2.000 motif kain batik yang berbeda.
Prestasi ini resmi dicatatkan oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai kategori “Pemrakarsa Menari dengan Kain Batik Motif Terbanyak”. Pihak MURI mengukuhkan catatan ini sebagai Rekor Dunia, tidak hanya sebatas rekor nasional.
Kepala MURI Jawa Tengah Ari Andriani mengonfirmasi lonjakan fantastis dari target awal.
Panitia, kata dia, mengusulkan 10.000 peserta dan 1.000 motif.
"Setelah kami verifikasi dua kali karena antusias peserta yang luar biasa, kami catat ada 15.000 peserta yang menari dengan kurang lebih 2.000 motif kain batik yang dikenakan," ujarnya.
Pihaknya secara khusus mengukuhkan prestasi Pemerintah Kota Magelang ini sebagai Rekor Dunia ke-12.474. Pencapaian ini diwujudkan dalam bentuk piagam penghargaan yang diserahkan langsung kepada Wali Kota Magelang Damar Prasetyono.
Wali Kota Damar Prasetyono mengungkapkan haru dan bangga atas antusiasme masyarakat yang telah berpartisipasi dalam acara tersebut.
Terlebih, katanya, perhelatan kolosal ini hanya dipersiapkan dalam waktu singkat, yaitu dua minggu.
Dia optimistis lonjakan antusiasme ini menjadi modal besar untuk kemajuan kota.
"Saya sangat optimistis, Kota Magelang akan menjadi episentrum, akan menjadi center of gravity dalam setiap bidang," ucapnya.
Dia berharap, perhelatan akbar ini akan meningkatkan daya tarik Kota Magelang di mata nasional dan internasional.
"Saya harap dengan event-event yang skala nasional seperti ini banyak orang tahu tentang potensi Kota Magelang dan pada akhirnya orang akan berbondong-bondong masuk Kota Magelang," katanya.
Sekretaris Daerah Kota Magelang selaku ketua penyelenggara kegiatan itu, Hamzah Kholifi, menegaskan kegiatan ini bertujuan meneguhkan batik sebagai simbol harmoni, kreativitas, dan kebanggaan kolektif warga Magelang, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi kreatif lokal.
Flashmob ini menyatukan berbagai elemen masyarakat, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), pelajar, TNI, Polri, hingga pelaku UMKM dan komunitas kreatif, yang semua menari serentak sebagai wujud kebersamaan budaya.
Baca juga: Wali Kota Magelang ajak Kormi gerakkan gaya hidup sehat

