
Kemenhaj Jateng : Pelunasan Bipih 2026 mencapai 102 persen

Semarang (ANTARA) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Tengah Fitriyanto mengatakan sebanyak 34.522 calon jamaah haji setempat telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) Tahun 2026 hingga hari terakhir tahap kedua tanggal 9 Januari.
"Artinya, secara prosentase, sudah mencapai 102 persen baik calon haji yang reguler maupun cadangan," kata Fitriyanto di Semarang, Jumat malam.
Ia menambahkan, untuk selanjutnya akan dilaksanakan pemberkasan di kemenhaj kabupaten dan kota lalu dikirim ke kanwil.
"Berkas-berkas ini akan dipersiapkan untuk pengajuan visa ke Kedubes Arab Saudi," ujar dia.
Ia menargetkan pemberkasan tersebut tuntas di awal Februari mendatang.
"Karena pengajuan visa mulai 8 Februari mendatang. Biasanya pagi berkas masuk, sore sudah terbit (Visa-red), kalau tidak terlalu ramai dan tidak ada kendala," ungkap dia.
Sementara calon jamaah haji mulai masuk asrama pada 21 April dan selanjutnya berangkat ke tanah suci sehari sesudahnya atau 22 April 2026.
Ia menjelaskan, ada perubahan embarkasi bagi calon jamaah haji asal Jateng. "Sekarang embarkasi untuk calon jamaah haji Jateng dibagi dua, di Solo dan Yogya," ujar Fitriyanto.
Di Embarkasi Solo, terdiri dari 81 kelompok terbang (kloter) untuk 28.974 orang. Sedangkan Embarkasi Yogyakarta 9.320 orang dari 25 kloter. Selain dari Yogyakarta, jamaah asal Kota dan Kabupaten Magelang, Purworejo, Kebumen, Temanggung dan Wonosobo berangkat melalui Yogyakarta Internasional Airport (YIA). Mereka akan transit di Hotel Ibis dan Novotel yang ada di Kulon Progo.
Ia berpesan kepada seluruh calon jamaah haji asal Jateng yang telah melunasi Bipih untuk mempersiapkan diri baik dari sisi fisik maupun sisi ibadah.
"Pelajari manasik haji dengan sungguh-sungguh, bisa dibantu KBIH, kyai atau ketua pembimbing ibadah agar persiapannya maksimal sehingga dapat dipraktekkan dengan baik dan benar selama di Tanah Suci," katanya mengingatkan.
Selain itu, menjaga kondisi tubuh agar tetap fit dan sehat selama ibadah haji. "Olahraga yang teratur, jaga pola makan, pola hidup serta istirahat yang cukup," katanya.
Calon jamaah haji juga diwajibkan untuk vaksin polio dan miningitis sebelum berangkat. "Untuk vaksin influenza, masih pilihan sifatnya," kata Fitriyanto yang sudah 15 tahunan bertugas di bidang haji dan umrah itu.
Ia mengakui sebagai lembaga yang baru dibentuk, Kemenhaj Jateng masih mengalami kekurangan di berbagai bidang baik SDM maupun infrastruktur. Terlebih lagi jumlah jamaah haji Jateng terbanyak kedua setelah Jatim.
"Insya Allah dengan pertolongan Allah, kerja sama semua pihak, semoga bisa dimudahkan, dilancarkan dan dilaksanakan dengan baik," demikian Fitriyanto.
Baca juga: Abdul Wahid: Masa tunggu keberangkatan haji maksimal 25 tahun
Pewarta : Teguh Imam Wibowo
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
