Gedung Putih AS: Milenial kunci pengendalian COVID-19

id virus corona di AS,covid 19,virus corona,milenial dan virus corona,gedung putih,trump

Gedung Putih AS: Milenial kunci pengendalian COVID-19

Pembeli mengantre di depan toko Costco, setelah adanya laporan kasus virus corona (COVID-19) di negara tersebut, di Seattle, Washington, Amerika Serikat, Sabtu (14/3/2020). ANTARA/REUTERS/David Ryder/ama/djo

Jakarta (ANTARA) - Koordinator aksi tanggap virus corona kantor kepresidenan Amerika Serikat atau Gedung Putih, Deborah Birx, dalam sesi jumpa pers, mengatakan kalangan milenial, yaitu warga berusia 20-40 tahun, merupakan kelompok masyarakat yang jadi kunci keberhasilan berhentinya penyebaran jenis baru virus corona (COVID-19).

"Saya ingin berbicara ke generasi terbesar yang ada saat ini, para milenial. Mereka adalah kelompok kunci yang dapat menghentikan penyebaran virus. Mereka adalah kelompok yang mengetahui cara menjaga relasi sosial hanya dengan mengangkat telepon, tanpa perlu bertemu dan berkumpul," kata Birx dalam jumpa pers bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Senin (16/3), sebagaimana ditayangkan video Reuters yang dipantau di media sosial Facebook, Selasa.

Walaupun demikian, kalangan milenial juga diyakini jadi kelompok yang sering mengikuti kegiatan berkumpul dan acara sosial lainnya. Oleh karena itu, Birx meminta masyarakat AS, termasuk para milenial, untuk membatasi peserta perkumpulan maksimal 10 orang.

"Tidak hanya di bar dan restoran, tetapi juga di rumah. Saat ini, kami ingin agar orang-orang ada dalam tempat yang terpisah," tambah dia.



Dalam kesempatan yang sama, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kegiatan pembatasan aktivitas di AS selama 15 hari yang mulai berlaku sejak kebijakan itu diumumkan pada Senin (15/3).

Selama pembatasan berlangsung, Trump mengajak penduduk AS untuk mengurangi aktivitas berpergian, berbelanja, dan berkunjung ke rumah kerabat. Ia juga menganjurkan kepala negara bagian untuk meliburkan sementara aktivitas akademik di sekolah.

Trump juga meminta warga AS untuk mengikuti panduan yang telah disusun otoritas terkait serta kebijakan di negara bagian masing-masing.
Walaupun demikian, pada sesi tanya jawab dengan awak media, Trump menyampaikan Pemerintah AS belum mempertimbangkan menutup seluruh perbatasan dan menerapkan isolasi secara menyeluruh. "Kami belum menuju ke arah sana (menerapkan isolasi, red). Langkah itu dapat dilakukan, tetapi kami belum mempertimbangkannya," kata Trump menjawab pertanyaan wartawan di Gedung Putih.

Pemerintah AS pada 13 Maret telah menerapkan status darurat nasional untuk COVID-19. Pengumuman itu dibuat dua hari setelah WHO menetapkan COVID-19 sebagai pandemi pada 11 Maret. Menurut data Worldometers, laman penyedia informasi statistik independen, per Selasa (17/3), jumlah pasien positif COVID-19 mencapai 4.727 orang dengan jumlah kematian 93 jiwa. Sementara itu, pasien yang sembuh ada sebanyak 74 orang.
 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar