Kudus (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, kembali menggencarkan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap hewan ternak guna mencegah penyebaran penyakit PMK, menyusul diterimanya tambahan 1.300 dosis vaksin PMK.
"Vaksin PMK sebanyak itu diprioritaskan untuk vaksinasi ternak berukuran besar, meskipun ternak kecil juga memungkinkan," kata kata Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Arin Nikmah di Kudus, Senin.
Ia mengatakan ternak kecil yang memungkinkan diberikan vaksin PMK, yakni ternak domba etawa untuk perahan susu karena memiliki umur panjang di kandang peternak.
Meskipun temuan kasus PMK mulai jarang, dia mengingatkan, para peternak untuk tetap waspada dengan tetap menjaga kebersihan ternak dan kandang.
Vaksinasi PMK saat ini, kata dia, juga tepat karena bertepatan dengan momen pengisian ternak baru di kandang setelah sebelumnya terjual saat Hari Raya Kurban.
"Temuan kasus PMK di Kudus juga berhasil disembuhkan, meskipun ada pula ternak yang harus dipotong paksa," ujarnya.
Menurut dia, pemberian vaksinasi PMK merupakan salah satu cara yang efektif untuk menekan kasus PMK.
Tingkat kesembuhan hewan ternak terjangkit PMK, kata dia, cukup tinggi karena dari 71 kasus PMK selama semester pertama tahun ini, sebanyak 44 ekor sapi dan kerbau di antaranya berhasil sembuh setelah menjalani perawatan.
Baca juga: Polres Pemalang pastikan 24 hewan kurban aman dari PMK

