Logo Header Antaranews Jateng

Legislator minta Kota Magelang tingkatkan kesiapsiagaan bencana

Kamis, 5 Maret 2026 22:18 WIB
Image Print
Anggota DPR RI Komisi VIII Wibowo Prasetyo (kanan) didampingi Wali Kota Magelang Damar Prasetyono (kiri) memberi pengarahan saat berkunjung ke BPBD Kota Magelang, Kamis (5/3/2026). ANTARA/Heru Suyitno

Magelang (ANTARA) - Anggota DPR RI Komisi VIII Wibowo Prasetyo meminta Kota Magelang sebagai wilayah penyangga Gunung Merapi untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, meskipun wilayah tersebut tidak berada di zona merah erupsi.

Ia di Magelang, Kamis, menyampaikan informasi yang beredar menyebutkan aktivitas Gunung Merapi saat ini perlu mendapat perhatian serius karena memiliki karakter erupsi yang sering menghadirkan kejutan. Kondisi tersebut dinilai menuntut kesiapsiagaan pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kota Magelang, dalam mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi.

Selain faktor aktivitas vulkanik, kondisi anomali cuaca dan potensi cuaca ekstrem juga menjadi perhatian. Angin kencang, potensi tanah longsor, serta karakter kawasan perkotaan yang padat menjadi risiko yang harus diantisipasi, termasuk kemungkinan terjadinya kebakaran di permukiman.

"Kota Magelang memang tidak berada di zona merah Merapi, tetapi sebagai kota penyangga tentu harus tetap bersiap. Kita berharap semuanya baik-baik saja, namun kewaspadaan harus tetap ditingkatkan karena potensi bencana selalu ada," katanya dalam acara yang dihadiri, antara lain Wali Kota Magelang Damar Prasetyono.

Menurut dia, kesiapsiagaan tersebut juga berkaitan dengan ketersediaan relawan kebencanaan di tingkat masyarakat. Kota Magelang yang memiliki tiga kecamatan dan 17 kelurahan diharapkan memiliki relawan bencana di masing-masing wilayah sebagai bagian dari upaya mitigasi dan respons cepat ketika terjadi bencana.

Pemerintah Kota Magelang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diharapkan terus memperkuat sistem kesiapsiagaan, baik melalui pembentukan relawan, pelatihan kebencanaan, maupun peningkatan koordinasi lintas sektor.

Ia menyampaikan, langkah tersebut penting agar ketika terjadi bencana, respons tanggap darurat dapat dilakukan secara cepat dan efektif, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.

BPBD Kota Magelang selama ini juga berperan dalam melakukan pemantauan, penanganan awal, serta koordinasi penanggulangan setiap kejadian bencana di wilayah kota tersebut.

Ia menuturkan, dengan kesiapsiagaan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat, diharapkan berbagai potensi bencana yang mungkin terjadi di Kota Magelang dapat diantisipasi dengan lebih baik.





Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026