Logo Header Antaranews Jateng

60 UMKM Jateng ikuti "Ngabuburit Kreatif dan Pasar Takjil"

Kamis, 5 Maret 2026 22:19 WIB
Image Print
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menerima audiensi pengurus Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Jateng, di Semarang, Kamis (5/3/2026). (ANTARA/HO-Pemprov Jateng)

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) bekerja sama dengan Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) setempat bakal menyelenggarakan kegiatan "Ngabuburit Kreatif dan Pasar Takjil" yang melibatkan 60 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Ketua Gekrafs Jateng Berty Diah Rahmana di Semarang, Kamis, mengatakan kegiatan Ngabuburit Kreatif menjadi ruang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memasarkan produk, sekaligus meramaikan suasana Ramadhan.

Rencananya, "Ngabuburit Kreatif dan Pasar Takjil" akan berlangsung di Wisma Perdamaian Kota Semarang pada 9 Maret 2026, dan melibatkan puluhan UMKM dari berbagai daerah di Jateng, ujar dia.

Adapun Pasar Takjil tersebut digelar melalui kolaborasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jateng.

"Pasar takjil ini kolaborasi dengan beberapa dinas, juga nanti kita gabungkan dengan program dokter spesialis keliling (Speling)," katanya, usai beraudiensi dengan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.

Pasar takjil akan dibuka pada sore hari hingga menjelang malam, dengan jam operasional mulai pukul 15.00 WIB dan rencananya sampai pukul 18.30 WIB.

Selain menghadirkan berbagai kuliner, kegiatan tersebut juga akan diramaikan oleh para konten kreator.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mendorong penguatan ekonomi kreatif hingga ke seluruh kabupaten/kota di wilayah tersebut.

Ia juga meminta agar program ekonomi kreatif dirancang lebih berkelanjutan sehingga tidak hanya bersifat kegiatan sesaat.

Menurut dia, sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng Hanung Triyono mengatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah, komunitas, asosiasi, dan pelaku ekonomi kreatif perlu terus diperkuat agar ekosistem ekonomi kreatif semakin berkembang.

"Dalam pariwisata pasti ada unsur budaya dan juga ada pelaku usaha, termasuk UMKM yang masuk dalam ekonomi kreatif. Jadi setiap event sebenarnya bisa menggabungkan tiga unsur ini sekaligus," katanya.

Dalam hal ekonomi kreatif, menurut dia, masing-masing kabupaten dan kota di Jateng memiliki potensi unggulan yang berbeda.

Karena itu, pengembangan ekonomi kreatif di daerah diharapkan dapat menonjolkan ciri khas masing-masing wilayah sehingga memberikan nilai tambah bagi daerah.

Data Kementerian Ekonomi Kreatif mencatat ekspor ekonomi kreatif Jateng mencapai sekitar Rp53 triliun pada semester I 2025, menjadikan provinsi itu sebagai penyumbang ekspor ekonomi kreatif terbesar kedua secara nasional.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026