Ada Kampung Iklim di Desa Mernek Cilacap

id kampung iklim,mernek jenek,csr pertamina

Ada Kampung Iklim di Desa Mernek Cilacap

General Manager Pertamina MOR IV Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta Iin Febrian saat menandatangani prasasti peresmian Kampung Iklim "Mernek Jenek" di Desa Mernek, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, Jateng, Kamis (17/10/2019). ANTARA/Sumarwoto

Cilacap (ANTARA) - PT Pertamina (Persero) mengembangkan Kampung Iklim "Mernek Jenek" di Desa Mernek, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, sebagai bagian dari pelaksanaan tanggung jawab sosial kepada masyarakat melalui program pemberdayaan lingkungan dan masyarakat berkesinambungan.

"Ini sebenarnya adalah konsep yang terintegrasi yang telah kita susun bersama dengan Pak Kades (Kepala Desa Mernek Bustanul Arifin) dan pemerintah daerah setempat yang kita sebut sebagai Kampung Iklim," kata General Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta Iin Febrian usai meresmikan Kampung Iklim "Mernek Jenek" di Desa Mernek, Kecamatan Maos, Cilacap, Kamis.

Ia mengatakan bahwa esensi dari Kampung Iklim adalah membangun desa mandiri dalam empat pilar yang meliputi ekonomi; pertanian, peternakan, dan perikanan; keamanan dan kondusifitas; serta mewujudkan desa lestari yang berwawasan lingkungan hidup.

Baca juga: Pemkab Pati dapat penghargaan program kampung iklim

"Kita telah menganggarkan dan kita berharap anggaran yang telah kita siapkan itu dapat efektif penggunaannya di lapangan. Oleh karenanya, ini adalah kolaborasi dengan pemerintah daerah sampai ke level desa," katanya.

Saat ditanya mengenai anggaran program, dia mengatakan bahwa perusahaan menyiapkan anggaran berkelanjutan untuk program itu dan pada tahap pertama memberikan dana sekitar Rp200 juta.

"Memang tantangan kita adalah menjaga konsistensi dan kesinambungannya sehingga efektivitasnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat," katanya.

Mengenai program lingkungan hidup yang akan dilaksanakan melalui Kampung Iklim, Iin mengatakan, salah satunya terkait dengan pengendalian sampah plastik, yang ternyata mendapat sambutan luar biasa dari warga Desa Mernek.

Ia mengatakan, perusahaan akan mendukung pengendalian sampah plastik dari hulu hingga pengolahan dan pemasaran produk daur ulang.

"Nanti Pertamina akan men-support sebagai pembeli produk-produk olahan tersebut. Itu salah satunya," kata dia menjelaskan.

Kepala Desa Mernek Bustanul Arifin mengatakan istilah "Mernek Jenek" mengandung maksud atau harapan agar warga Desa Mernek tetap betah di tempat tinggalnya dan tidak berpindah tempat ke kota lain untuk mencari pekerjaan.

Menurut dia, program tersebut bermula dari banyaknya warga Desa Mernek yang pindah ke kota-kota besar.

"Fokus dari program ini salah satunya menitikberatkan pada penciptaan lapangan pekerjaan, kemandirian, serta berfokus pada lingkungan di wilayah desanya dan tentu saja dengan Empat Pilar 'Mernek Jenek'," katanya.

"Kebetulan kami punya warga yang bisa membikin benih sendiri dan membikin pupuk organik sendiri. Itu yang sudah maksimal dan nanti akan kita kembangkan," ia menambahkan.

Pemerintah desa, ia menjelaskan, ingin mengelola sendiri usaha produksi benih padi dan menamainya benih "Mernek Jenek" atau MJ dengan dukungan Pertamina.

Di sektor perikanan, Desa Mernek punya kelompok pembudi daya ikan (pokdakan) gurami. Potensi perikanan itu selanjutnya akan dikembangkan.

Program kerja sama dengan Pertamina juga mencakup dukungan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Ada lima UMKM, yaitu onde-onde, keripik tempe, keripik singkong, keripik pisang, serta sale dan sagon. Itu yang kita kasih untuk meningkatkan produknya dan beberapa hal yang lebih luas dalam proses penjualan," kata Bustanul.

Terkait dengan upaya pengurangan sampah plastik, Arifin mengatakan bahwa upaya itu baru berjalan lebih kurang selama satu bulan dengan menyediakan tong sampah organik dan anorganik.

Setelah dipilah dan dikumpulkan di bank sampah yang telah terbentuk, sampah organik akan dibuat kompos sedangkan sampah plastik dibuat produk kerajinan.

"Kita sudah dapat alat untuk membuat kompos, satu unit dari Pertamina kemarin sehingga belum bisa digunakan karena masih harus ikut pelatihan dulu. Kalau sampah plastik, kita sudah lakukan untuk ekobrik, membuat hiasan, dan sebagainya dengan melibatkan warga di sembilan lingkungan RW," jelas Bustanul.

Pejabat sementara Unit Manager Communication and CSR Pertamina MOR IV Arya Yusa Dwicandra mengatakan bahwa potensi-potensi yang dimiliki masyarakat Desa Mernek akan terus dimonitor dan didukung pengembangannya oleh Pertamina.

"Ke depan akan dilakukan kegiatan pelatihan-pelatihan guna meningkatkan kemampuan dari masyarakat untuk mengelola usaha yang dimiliki. Pada bidang perikanan dan peternakan misalnya, kami akan turut mendampingi sehingga hasilnya akan dapat sesuai yang diharapkan," katanya.

Baca juga: Jateng miliki kampung iklim terbanyak
Baca juga: Pemkab Purbalingga Sosialisasikan Program Kampung Iklim
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar