
Pemprov Jateng: Angka partisipasi PAUD naik jadi 53 persen pada 2025

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyebutkan angka partisipasi pendidikan anak usia dini (PAUD) di wilayah tersebut meningkat dari 47 persen pada 2024 menjadi 53 persen pada 2025.
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen di Semarang, Kamis, mengapresiasi peran Bunda PAUD di wilayah tersebut yang mampu menaikkan angka partisipasi tersebut, apalagi dilakukan dalam waktu singkat.
Dia mengatakan hal tersebut saat menghadiri Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Provinsi Jateng Tahun 2025 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang.
Menurut dia, penguatan pendidikan usia dini fondasi penting bagi kemajuan daerah dan bangsa.
"Amal di pendidikan itu luar biasa. Negara bisa maju dan kuat kalau ditopang pendidikan. Pendidikan yang paling baik ya di usia dini," kata sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu.
Sebab, kata dia, pengawalan pendidikan pada usia 0-6 tahun menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.
Ia menilai keberhasilan meningkatkan partisipasi PAUD akan berdampak positif hingga jenjang selanjutnya, yakni SD, SMP, dan SMA/SMK.
Lebih dari sekadar mengejar angka partisipasi, ia menekankan, pentingnya memastikan anak-anak merasa nyaman dan bahagia di sekolah.
"Kalau mereka senang ke sekolah, ada rasa kangen, maka ke depannya juga akan bagus," katanya.
Bunda PAUD Jateng Nawal Arafah Yasin mengatakan peningkatan angka partisipasi PAUD masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, terutama sisi kelembagaan dan kebijakan.
Meski demikian, ia menegaskan, Pemprov Jateng tetap berkomitmen hadir bagi anak usia dini.
Ia juga menyoroti rendahnya angka partisipasi kasar (APK) PAUD dan ketimpangan layanan di pedesaan, serta kompetensi guru yang perlu terus ditingkatkan.
Ia menekankan peran besar swadaya masyarakat dalam pengembangan PAUD, termasuk pemanfaatan layanan dasar.
"Di Jawa Tengah ada 49.149 posyandu. Ini bersumber dari swadaya masyarakat dan bisa meningkatkan akses PAUD tanpa menguras anggaran," katanya.
Apresiasi kali ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh guru PAUD agar terus berinovasi dan meningkat kreativitas sehingga tercipta PAUD yang holistik, integratif, dan bermutu.
Baca juga: Upgris ajak semua mahasiswa jauhi narkoba lewat Festival MKU
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
