"Public expose" dorong ketertarikan calon investor

id BEI,Public Expose Live2019

"Public expose" dorong ketertarikan calon investor

Penutupan Public Expose LiveĀ 2019 disiarkan di sejumlah Kantor Cabang BEI, salah satunya BEI Kantor Surakarta (Foto: Aris Wasita)

Solo (ANTARA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan kegiatan "Public Expose Live 2019" (Pubex) secara "online" atau daring mendorong ketertarikan calon investor karena literasi akan sektor saham makin meningkat.

"Kami optimistis melalui 'Pubex' ini kemudahan masyarakat dalam mengakses informasi di pasar modal makin merata," kata Kepala BEI Kantor Surakarta M Wira Adibrata di sela teleconference penutupan "Pubex Live 2019" di Solo, Rabu.

Sebagaimana diketahui, "Pubex" merupakan kegiatan di mana perusahaan-perusahaan yang bertindak sebagai perusahaan tercatat di BEI menjelaskan tentang kinerja perusahaan di depan investor. Dengan pelaksanaan "Pubex" secara daring maka investor tidak perlu datang ke Jakarta.

"Masyarakat secara umum bisa mengakses 'Pubex' ini karena juga disiarkan melalui saluran "Youtube". Dengan begitu yang awalnya tidak paham bisa menjadi paham dan akhirnya tertarik sebagai investor," katanya.

Ia mengatakan saat ini jumlah investor pasar modal khususnya di Soloraya juga terus meningkat dari waktu ke waktu. Pada tahun ini, pihaknya menargetkan ada penambahan sebanyak 7.000 investor baru.

Baca juga: Investor daerah dimudahkan dengan paparan publik daring

"Kalau dari awal tahun sampai saat ini baru terealisasi sekitar 4.000 investor baru. Harapannya melalui kegiatan semacam ini bisa mendorong penambahan jumlah investor secara signifikan," katanya.

Sedangkan secara keseluruhan, jumlah investor di Soloraya sampai dengan saat ini sudah mencapai 28.600 investor.

Sementara itu, pada penjelasannya melalui teleconference, Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 1A Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Luthfy Zain Fuady mengatakan saat ini industri pasar modal sedang bertransformasi dan fokus pada pemanfaatan teknologi.

"Sejak awal tahun bahkan berbagai kebijakan, media, dan produk baru dengan pendekatan teknologi sudah diluncurkan oleh OJK dan 'self-regulatory organization'," katanya.

Oleh karena itu, dikatakannya, "Public Expose Live 2019" telah menjadi mekanisme perlindungan baru bagi investor di pasar modal dengan meminimalisasi potensi terjadinya asimetri informasi atau suatu kondisi yang terjadi jika salah satu pihak memiliki informasi lebih banyak atau lebih baik dibandingkan pihak lainnya.

"Selain itu yang tidak kalah penting juga meningkatkan pemahaman investor terhadap kinerja perusahaan tercatat di BEI," katanya.

Baca juga: Tingkatkan literasi pasar modal, BEI sosialisasikan ke ojek "online"
 
Pewarta :
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar