Investor daerah dimudahkan dengan paparan publik daring

id BEI, Pubex

Investor daerah dimudahkan dengan paparan publik daring

BEI gelar paparan publik secara online untuk memudahkan investor daerah mengikuti pemaparan kinerja perusahaan. (Foto: Aris Wasita)

Solo (ANTARA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar paparan publik (public expose/pubex) secara daring atau online agar memudahkan investor di daerah yang ingin melihat pemaparan kinerja perusahaan tanpa harus datang ke Jakarta.

"Termasuk investor dari Solo, mereka tidak perlu datang ke Jakarta. Pubex ini dilaksanakan selama beberapa hari," kata Kepala BEI Kantor Perwakilan Jawa Tengah 2 Surakarta, M Wira Adibrata di Solo, Senin.

Sebagaimana diketahui, public expose merupakan ruang bagi perusahaan melakukan pemaparan umum kepada publik untuk menjelaskan mengenai kinerja perusahaan tercatat.

Ia mengatakan tujuan dari pelaksanaan tersebut agar informasi mengenai kinerja perusahaan tersebut tersebar secara merata.

"Setiap perusahaan tercatat wajib melakukan 'Pubex' sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun," katanya.

Untuk mendaftar, investor cukup mendaftar melalui situs IDX kemudian mengunduh aplikasi "zoom" di ponsel atau laptop. Dengan demikian, secara otomatis langsung tergabung dalam Pubex tersebut.

"Forum ini juga memberikan kesempatan bagi peserta online untuk mengajukan pertanyaan kepada pemateri terkait dengan kinerja atau langkah strategi perusahaan," katanya.

Baca juga: BEI Surakarta sasar 7.000 investor baru

Sementara itu, pada hari pertama pelaksanaan tersebut, Direktur Keuangan dan Strategi PT Bank Mandiri Tbk Panji Irawan optimistis emiten berkode BMRI tersebut mampu menjalani bisnis ke depan.

Ia mengatakan kinerja Bank Mandiri tumbuh positif, di antaranya dari sisi kredit tumbuh 12,1 persen dan "non performing loan" (NPL) atau kredit macet turun dari 3 persen menjadi 2,5 persen.

"Sedangkan untuk laba bersih naik ke posisi 11,1 persen," katanya.

Selain Bank Mandiri, beberapa perusahaan lain yang dijadwalkan melaksanakan pubex di antaranya PT Semen Indonesia (Persero), PT Waskita Karya (Persero), dan PT Bank Central Asia Tbk.

Baca juga: 52 persen investor asing kuasai transaksi di pasar modal Indonesia
 
Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar