5 perubahan gaya hidup untuk mengurangi stres

id 5 perubahan gaya hidup,kurangi stress

5 perubahan gaya hidup untuk mengurangi stres

Ilustrasi (Shutterstock)

Jakarta (Antaranews Jateng) – Seseorang yang mengalami depresi atau kecemasan bisa saja didiagnosis mengalami gangguan kesehatan jiwa.

Untuk mengatasi hal tersebut, seseorang mesti melakukan perubahan gaya hidup yang dapat meningkatkan suasana hati lebih baik, mengurangi stres, hingga mengatur kesehatan jiwa setiap hari. Berikut lima perubahan gaya hidup dilansir Quartzy, Kamis:

Asupan makanan sehat dan mulailah bergerak

Asuplah makanan sehat yang memberikan nutrisi bagi otak, seperti sayuran hijau, polong-polongan, gandum, daging merah tanpa lemak, dan makanan laut.

Sebab, makanan tersebut kaya akan magnesium, folat, seng, dan asam lemak esensial. Selain itu, otak juga perlu mendapatkan polifenol yang diperoleh dari beri, teh, cokelat hitam, anggur hingga herbal tertentu.

Kemudian, lakukan olahraga, contohnya renang, joging, angkat beban. Anda dapat berinteraksi sosial dan melihat alam yang berguna dalam meningkatkan kesehatan mental. Lakukan olahraga minimal 30 menit atau sekitar 150 menit selama seminggu.

Baca juga: Jangan melewatkan waktu makan, ini akibatnya untuk tubuh

Kurangi kebiasaan buruk

Peminum alkohol dan pengguna narkoba cenderung mengalami gangguan mental. Sedikit mengonsumsi alkohol, khususnya anggur, berdasarkan penlitian memiliki efek menguntungkan untuk mencegah depresi. Kendati demikian, data terbaru mengungkapkan mengonsumsi sedikit alkohol tidak ada efek baik untuk fungsi otak.

Selanjutnya, berhentilah merokok. Nikotin dalam rokok itu berefek candu dan memengaruhi suasana hati seseorang. Sehingga, berhenti merokok itu berhubungan dengan perasaan hati yang lebih baik dan mengurangi kecemasan.

Baca juga: Ahli: minum alkohol lebih dari tiga kali seminggu tingkatkan risiko kematian

Prioritaskan istirahat dan tidur

Teknik “higienis” tidur bertujuan meningkatkan kualitas tidur dan membantu mengobati insomnia (sulit tidur). Teknik ini menyesuaikan asupan kafein, membatasi waktu tidur (mengatur jadwal tidur dan membatasi waktu untuk tidur), dan memastikan Anda bangun di waktu yang sama di pagi hari.

Penting pula untuk tidak memaksakan tidur. Misalnya, Anda tidak dapat tidur dalam 20 menit sebaiknya memusatkan pikiran Anda pada aktivitas—sedikit cahaya dan stimulasi—sampai Anda lelah.

Kurangi juga paparan sinar biru dari laptop atau ponsel Anda sebelum tidur. Sebab, hal tersebut dapat meningkatkan sekresi melatonin, yang membuat Anda tidur nyenyak.

Baca juga: Kurang tidur pada remaja berujung Perilaku Berisiko

Bersentuhan dengan alam

Saat tubuh kita terpapar sinar matahari. ternyata membuat lebih bahagia karena sinar tersebut meningkatkan hormon serotonin untuk mencegah depresi. Selain itu, sinar matahari meningkatkan kadar vitamin D, yang berdampak kesehatan mental dan mengatur siklus tidur-bangun. Tentu saja, paparan sinar matahari disesuaikan waktunya agar terhindar dari kanker kulit.

Kemudian, batasi diri dari paparan racun lingkungan, kimia, dan polutan lain, termasuk polusi “udara” dan mengurangi secara berlebihan penggunaan ponsel, komputer, dan televisi.

Penelitian juga menunjukkan bahwa berada di padang gurun itu meningkatkan harga diri dan memperbaiki suasana hati. Di beberapa orang di Asia menghabiskan waktu di hutan sebagai resep kesehatan mental.

Selain menikmati pemandangan dari tanaman bunga, penelitian menyarankan agar kita memiliki hewan peliharaan karena bermanfaat meningkatkan perasaan sejahtera dengan bantuan terapi hewan, seperti kuda, kucing, anjing, bahkan lumba-lumba.

Mintalah bantuan

Anda sudah berusaha melakukan keempat tips di atas, tapi belum bisa menjalankannya. Malah, justru Anda bertambah stres. Berkonsultasilah kepada ahlinya.
 

Pewarta :
Editor: Totok Marwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar