Magelang, Antara Jateng - Umat Katolik Lor Senowo, Desa Mangunsoko, Kabupaten Magelang, di barat Gunung Merapi didorong menyebarluaskan semangat cinta kasih kepada sesama melalui pengembangan aktivitas seni dan budaya, kata pemimpin Gereja Paroki Sumber Romo Antonius Abas Kurnia Andrianto.
"Kita diajak mengembangkan semangat cinta kasih melalui berbagai karya sehari-hari, termasuk melalui kebudayaan," katanya saat memperingati pelindung kerohanian umat Wilayah Lor Senowo, Dusun Grogol, Desa Mangunsoko, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Santo Petrus Kanisius, melalui prosesi dan misa budaya di gedung terbuka bernama Gubug Selo Merapi (GSPi) di Magelang, Minggu.
Ia menjelaskan bahwa Santo Petrus Kanisius memberikan inspirasi bagi umat di dekat Sungai Senowo iti, untuk mengembangkan aktivitas menyangkut pendidikan kepada masyarakat umum, terutama generasi muda, untuk mencintai lingkungan alam melalui jalan seni dan budaya.
Umat sejak beberapa tahun lalu menggandeng masyarakat sekitar untuk membentuk kelompok bernama "Edukasi Gubung Selo Merapi" dengan program "live in" bagi para pelajar dari berbagai kota. Peserta "live in" selama beberapa hari tinggal di rumah warga setempat untuk mengikuti kegiatan edukatif, antara lain menyangkut lingkungan alam, pertanian, dan seni budaya.
Ia mengatakan semangat cinta kasih kepada sesama diwujudkan dalam kerelaan umat untuk berkorban bagi orang lain dan masa depan lingkungan setempat.
"Ciri semangat cinta kasih adalah pemberian diri atau pengorbanan," ujarnya.
Peringatan itu ditandai dengan prosesi umat jalan kaki dari tempat pertanian di tepi dusun tersebut menuju gedung GSPi berjarak sekitat 300 meter, dipimpin Romo Kurnia didampingi sejumlah prodiakon dan misdinar. Umat antara lain membawa tandu untuk meletakkan gambar besar Santo Petrus Kanisius.
Sebagian umat juga mengenakan kostum beberapa tarian tradisional setempat, seperti reog bocah, soreng, jalantur, kobra siswo, dan kuda lumping.
Beberapa di antara mereka juga membawa tempat berisi delapan macam jenang yang oleh warga setempat disebut secara akrab sebagai bubur, yakni jenang bendul atau candil, ketan ireng, sagu, sungsum, banding, kacang ijo, pati, dan katul.
Dalam perayaan tersebut, gedung GSPi ditata dengan karya instalasi garapan seniman dusun itu, Susanto dan Moko, antara lain menggunakan jerami, sayuran, dan buah-buahan. Umat juga mementaskan sejumlah kesenian tradisional dan "pesta jenang" atau "pesta bubur".

Lewat Kebudayaan, Umat Lor Senowo Kembangkan Cinta Kasih

Umat prosesi jalan kaki menuju gedung terbuka "Gubug Selo Merapi" di Dusun Grogol, Desa Mangunsoko, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Minggu (1/5). (Hari Atmoko/dokumen).
