Proses penyortiran dan pelipatan surat suara Pilkada Boyolali baru berlangsung dua hari ini, dan ditemukan 1.622 surat suara dari 315.990 lembar, rusak, kata Komisioner KPU Boyolali Pargito, di Boyolali, Rabu.
Menurut Pargito, kerusakan surat suara tersebut antara lain adanya noda tinta, cetakan warnanya pudar, dan kondisi kertas berkerut atau kusut.
"Dalam kegiatan proses penyortiran dan pelipatan surat suara ini, diperkirakan membutuhkan waktu lima hari dengan melibatkan 62 orang tenaga kerja," kata Pargito.
Menurut dia, surat suara yang rusak untuk persiapan Pilkada Boyolali diperkirakan bertambah karena jumlah seluruhnya mencapai 779.771 lembar ditambah 2.000 lembar untuk antisipasi pemilihan ulang.
"Namun, realiasasi sortir dan lipat surat suara hingga dua hari ini, sudah mencapai 315.990 lembar dan tiga hari ke depan diharapkan sudah selesai," katanya.
Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan Kepolisian Resor Boyolali dalam proses penyortiran dan pelipatan surat suara untuk pengamanan.

