"Dulu di ruangan ini ada beragam produk unggulan Kota Semarang seperti keramik, batik, hingga kuliner khas Semarang seperti lumpia dan wingko babad. Akan tetapi kemudian barang-barang tersebut sudah diambil yang punya," kata Tebo Uung Mujianto, penjaga Anjungan Kota Semarang di Maerokoco, di Semarang, Jumat.
Saat ini, Anjungan Kota Semarang dari luar terlihat bangunan yang tidak terawat dengan cat bangunan banyak terkelupas. Bahkan tulisan nama kota hanya "S marang".
Begitu memasuki ruangan pun didapati ruangan kosong dan hanya ada tampak di dinding ruangan beberapa foto Kota Semarang tempo dulu.
Tebo yang bertugas menjaga anjungan sejak 1999 itu mengaku, sejak dirinya bertugas, hanya sekali dilakukan pengecatan yakni pada 2000.
` "Setelah itu tidak ada pengecetan maupun renovasi. Bahkan untuk operasional pembersihan juga tidak ada anggaran dari Disbudpar Kota Semarang," katanya.
Ia mengaku, saat liburan sekolah sebenarnya banyak pengunjung ke Anjungan Kota Semarang. Mereka mengaku kecewa.
"Saat liburan pintu anjungan kami buka. Akan tetapi, jika tidak liburan, pintu saya tutup karena saya malu dengan pengunjung karena tidak ada apa pun di dalam," katanya.

