Semarang (ANTARA) - Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah meminta pemerintah memberi kepastian perlindungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari masuknya produk impor berharga murah.
Menurut Sarif di Semarang, Rabu, kondisi tersebut dikhawatirkan terjadi akibat kebijakan tarif impor yang diberlakukan oleh Amerika Serikat.
"Kebijakan tarif impor yang diberlakukan oleh Amerika Serikat bisa saja berpengaruh pada pergeseran mitra dagang Indonesia," kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu.
Menurut dia, Indonesia dikhawatirkan justru dibanjiri produk impor dari negara-negara alternatif mitra dagang tersebut.
Oleh karena itu, kata dia, perlu skema mitigasi sosial dan dukungan pembiayaan sektor UMKM sebagai bagian tak terpisahkan dari strategi pemerintah.
"Jangan sampai UMKM justru menjadi korban utama dari kemungkinan perubahan arah kebijakan perdagangan ini," katanya.

Banjir barang-barang impor dengan harga murah yang berpotensi merugikan industri maupun lokal, kata dia, harus benar-benar dicermati.
Sektor UMKM, kata dia, mampu mendominasi perekonomian sehingga menjadi tulang punggung dalam penciptaan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan.
“Namun di sisi lain, UMKM sendiri menghadapi sejumlah tantangan dalam perkembangannya. Termasuk ancaman dari barang-barang impor ini," katanya.
Baca juga: DPRD Jateng: Pertumbuhan kawasan industri jangan abaikan aspek lingkungan sekitar
Baca juga: Wakil Ketua DPRD Jateng: Gula Semut Banyumas jadi tulang punggung ekspor
Baca juga: Wakil Ketua DPRD: Potensi perikanan laut Cilacap masih bisa dimaksimalkan

