Pasangan Wali Kota dengan Wakil Wali Kota Surakarta, Joko Widodo (Jokowi) dengan FX Hadi Rudyatmo (Rudy), di Solo, Kamis, mengawali penggunaan seragam baru berupa beskap landung di lingkungan pemkot setempat.
Jokowi mengatakan, penggunaan pakaian tradisional asli Solo tersebut sebagai seragam resmi PNS Pemkot Surakarta akan dimulai Kamis (16/2), bertepatan dengan kunjungan kerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke kota itu.
"Ya kita kasih contoh dulu, untuk PNS putra memakai seragam beskap landung, sementara itu yang wanita menggunakan baju kebaya yang semuanya itu merupakan pakaian adat khas Solo," katanya.
Pihaknya juga ingin membuktikan anggapan bahwa pakaian tersebut tidak nyaman dikenakan karena membatasi aktivitas kerja keseharian pegawai.
"Mau apa, lari-lari , cuci tangan, lonjak-lonjak, semuanya bisa dilakukan dengan bebas. Hal itu telah kami buktikan dengan beraktivitas seperti biasa dan juga turun ke lapangan untuk menemui warga. Saya tadi juga 'muter' kota seperti biasa tidak ada masalah," katanya.
Ia mengatakan, harga beskap landung yang dipakainya tidak terlalu mahal.
"Untuk membuat pakaian ini membeli kain seharga Rp70 ribu dan membayar ongkos jahit Rp17 ribu. Ya untuk jarit dengan bajunya semua total habis Rp120 ribu. Saya rasa harga sebesar itu tidak mahal," katanya.
Pakaian dinas baru yang dikenakan Jokowi berupa atasan beskap landung berwarna putih tulang. Pakaian tersebut dipadukan dengan jarit bermotif batik parang sogan dan mengenakan belangkon berwarna hitam.
Pegawai yang wanita mulai Kamis (16/2) wajib mengenakan pakaian kebaya dengan bawahan jarit. Namun desain pakaian tradisional wanita itu telah dimodifikasi agar lebih mudah dikenakan.

