Logo Header Antaranews Jateng

Pemkot Semarang terus intensif tangani tumpukan sampah di TPS

Sabtu, 17 Januari 2026 21:11 WIB
Image Print
Deretan truk sampah mengantre di TPS Muktiharjo Kidul, Semarang. ANTARA/HO-Pemkot Semarang

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang terus melakukan upaya intensif untuk menangani penumpukan sampah di tempat penampungan sementara (TPS), termasuk di TPS Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, di Semarang, Sabtu, menyampaikan bahwa pengerahan personel dan armada dilakukan guna memastikan lingkungan bersih dan kenyamanan warga kembali pulih secepat mungkin.

Hingga Jumat (16/1) sore, sebanyak 145 ritasi sampah telah berhasil dipindahkan dari lokasi tersebut menuju TPA Jatibarang, dengan melibatkan sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Semarang sehingga volume sampah berangsur berkurang signifikan.

"Total sudah ada sekitar 145 ritasi yang kita angkut dari TPS Muktiharjo Kidul saja. Ini adalah hasil kerja keroyokan OPD, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim)," katanya.

Dinas-dinas tersebut mengerahkan armadanya, sementara pengamanan di lapangan dikawal satpol PP bersama tim dari kecamatan dan kelurahan setempat.

Untuk menjamin lahan tersebut tidak mengalami penumpukan sampah lagi, ia telah menyiapkan skema sterilisasi lahan melalui pemagaran dan penghijauan kembali.

Area tersebut akan diproteksi agar tidak dimanfaatkan sebagai titik pembuangan liar, yakni melalui pemasangan pagar hingga perangkat kamera pengawas (CCTV).

"Untuk pengamanan, kami akan memasang pagar. Tidak hanya itu, DLH dan Disperkim nantinya akan menanam tanaman keras di lokasi tersebut. Kalau sudah dipagari dan ditanami, otomatis tidak boleh ada lagi penumpukan sampah di titik itu," katanya.

"Pak Camat juga akan memasang CCTV untuk memantau aktivitas di sana secara 'real-time'," tambahnya.

Sebagai solusi, Agustina telah menyiapkan skema ritasi yang lebih disiplin dengan dukungan infrastruktur yang lebih kuat, dengan menambah kapasitas kontainer di lokasi untuk memastikan semua sampah terakomodasi tanpa harus meluber ke tanah.

"Pemkot Semarang akan menyiapkan empat kontainer dan empat armada Armroll yang masing-masing melayani tiga ritasi per hari. Jadi total akan ada 12 ritasi harian," katanya.

Ia juga meminta setiap hari setidaknya ada satu unit dump truck yang bertugas "membilas" sisa-sisa sampah yang tercecer agar kondisi lahan tetap bersih, rata, dan rapi.

"TPS itu tempat pembuangan sementara yang diperuntukkan bagi petugas gerobak, becak sampah, atau motor roda tiga. Untuk mobil pikap atau kendaraan roda empat lainnya wajib langsung buang ke TPA Jatibarang, jangan di TPS," katanya.



Baca juga: Planetarium UIN Walisongo Semarang menjadi destinasi pilihan outing class SMA Negeri 1 Purwodadi belajar astronomi



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026