Polresta Banyumas dirikan 11 posko dalam Operasi Ketupat Candi

id operasi ketupat candi,kapolresta banyumas,kadinhub banyumas

Polresta Banyumas dirikan 11 posko dalam Operasi Ketupat Candi

Kapolresta Banyumas Kombes Pol. Whisnu Caraka. ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota Banyumas, Jawa Tengah, mendirikan 11 posko dalam rangka Operasi Ketupat Candi 2020 yang dilaksanakan mulai tanggal 24 April hingga H+7 Lebaran guna mengawal larangan mudik Lebaran 2020 selama masa pandemi COVID-19.

"Ada 11 pos yang kita dirikan, rata-rata di perbatasan-perbatasan," kata Kepala Polresta Banyumas Komisaris Besar Polisi Whisnu Caraka di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat.

Selain di perbatasan, kata dia, posko tersebut juga didirikan di dalam kota Purwokerto yang sekiranya sebagai simpul atau tempat keramaian.

Baca juga: Larangan mudik, Polda Jateng sekat jalur di perbatasan Jabar

"Berdasarkan pantauan kami, memang sudah cukup banyak pemudik yang masuk wilayah Banyumas," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas Agus Nur Hadie mengatakan jika pada hari Kamis (23/4) terjadi peningkatan kedatangan pemudik yang masuk wilayah Banyumas.

Oleh karena pada hari Kamis (23/4) belum ada posko, kata dia, pihaknya belum melakukan penghitungan jumlah pemudik yang masuk wilayah Banyumas.

"Yang jelas ada peningkatan, baik yang menggunakan kendaraan pribadi maupun rombongan menggunakan kendaraan rental. Mereka memanfaatkan waktu sebelum pemberlakuan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19," katanya.

Ia mengatakan dalam Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 yang berlaku mulai tanggal 24 April 2020 disebutkan bahwa semua alat transportasi, baik darat, udara, dan laut dihentikan sementara terutama di daerah yang memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan daerah yang telah ditetapkan sebagai zona merah COVID-19.

Dalam hal ini, kata dia, semua kendaraan dan alat transportasi dilarang masuk maupun meninggalkan wilayah yang menerapkan PSBB maupun telah ditetapkan menjadi zona merah.

"Mudah-mudahan hari ini (24/4), pemudik yang memasuki wilayah Banyumas mulai sepi karena telah dilakukan penyekatan di berbagai daerah," katanya.

Menurut dia, pihaknya juga mendirikan posko pemantauan di empat titik perbatasan Banyumas dengan kabupaten lain.

Bahkan, kata dia, Polresta Banyumas selain mendirikan posko di perbatasan, juga di sejumlah titik yang menuju jalur alternatif di wilayah Banyumas.

Baca juga: GOR Satria dijadikan tempat karantina massal bagi pemudik
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar