Enam remaja penghirup lem di Padang diamankan

id enam remaja ,enam remaja hirup lem diamankan,Satuan Polisi Pamong Praja ,Satpol PP,Satpol PP kota padang

Enam remaja penghirup lem di Padang diamankan

Petugas Satpol PP mengamankan enam remaja kedapatan menghirup lem di Kota Padang. ANTARA/Dok. Satpol PP Padang/am.

Padang (ANTARA) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang, Sumatera Barat, mengamankan enam remaja yang tengah asyik menghirup lem di bawah Jembatan Purus pada Sabtu pagi.

Kasat Pol PP Alfiadi melalui keterangan pers di Padang, Sabtu, mengatakan satu dari lima remaja itu adalah perempuan.

"Mereka yang kita amankan ini setelah didata kita serahkan ke Dinas Sosial Kota Padang untuk dilakukan pembinaan," kata dia.

Ia mengatakan pihaknya mengamankan enam remaja ini setelah adanya laporan dari masyarakat setempat yang resah dengan kegiatan mereka.

Dari laporan masyarakat, enam remaja ini berada di kawasan tersebut sejak Jumat (31/1) malam dan terlihat menghirup lem.

Ia mengatakan warga sekitar langsung melaporkan kejadian tersebut kepada petugas piket di Dinas Pariwisata dan langsung turun ke lokasi.

"Ternyata benar di lokasi tersebut didapati enam remaja, yang sedang tiduran, satu orang dari mereka adalah perempuan," kata dia.

Selain menemukan beberapa bungkusan lem dalam kantong plastik, petugas juga menemukan sebilah golok yang diduga akan digunakan untuk tawuran.

"Kepada petugas mereka mengaku menggunakan golok untuk mengambil kelapa," kata dia.

Pihaknya langsung membawa mereka ke Mako Satpol PP dan dilakukan pendataan. Mereka mengakui memang menghirup lem yang ada di dalam plastik.

"Dari hasil pendataan petugas rata-rata masih usia sekolah dan saat ini mereka semua putus sekolah. Kita serahkan ke Dinas Sosial untuk dibina," kata dia.

Sementara itu, Kabid Resos Dinas Sosial Kota Padang Martias mengatakan mereka yang telah diamankan Satpol PP.

"Mereka akan dibina di Panti Rehabilitasi Restu Ibu di kawasan air dingin Lubuk Minturun Padang," katanya.
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar