Semarang (ANTARA) - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menilai wacana penerapan kembali enam hari sekolah oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk jenjang SMA/SMK perlu dikaji secara komprehensif.
"Setiap perubahan kebijakan pendidikan perlu disertai kajian mendalam agar benar-benar memberi manfaat bagi siswa dan keluarga," katanya di Semarang, Kamis.
Menurut dia, Pemkot Semarang tidak menutup diri terhadap perubahan, termasuk kemungkinan diberlakukannya enam hari sekolah untuk PAUD, TK, SD, hingga SMP.
Namun, ia menekankan bahwa semua keputusan harus melalui analisis menyeluruh oleh Bappeda dan Pemkot Semarang sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan keselarasan kebijakan.
"Kita sudah berkoordinasi dengan pusat. Yang jelas, harus ada kajian mendalam dari Bappeda sebelum mengambil keputusan," katanya.
Ia menambahkan apabila sekolah kembali berjalan enam hari, perlu disiapkan aktivitas yang menunjang perkembangan anak di luar jam pelajaran.
"Penyesuaian ini justru bisa membuka peluang bagi kegiatan positif bagi siswa, sehingga waktu luang mereka terarah dan bermanfaat," katanya.
Ia menilai sore hari dapat diisi dengan beragam kegiatan pengembangan diri, seperti mengaji, les menari atau pelatihan keterampilan di tingkat RT.
Aktivitas semacam itu, kata dia, dinilai mampu memperkaya pengalaman anak dan memberi bekal tambahan untuk masa depan.
"Anak-anak bisa mengikuti kegiatan sore yang positif, seperti mengaji atau les menari. Ini bisa jadi keterampilan tambahan dan menghindarkan mereka dari hal-hal negatif," katanya.
Selain seni dan agama, pihaknya juga mendorong adanya les pelajaran seperti Bahasa Inggris atau Matematika, yang bisa menunjang kemampuan akademik siswa.
Bahkan, kegiatan seni seperti menari dapat dipresentasikan dalam acara kampung, seperti perayaan Agustusan.
Sementara itu, Sekretaris Dewan Pendidikan Kota Semarang Setyo Budi mengatakan hingga kini pelaksanaan kegiatan sekolah lima hari belum menemui kendala.
"Sejauh ini belum ada hambatan, jadi kita harus ada pertimbangan, seperti dahulu untuk memberlakukan lima hari kan ada uji coba, begitu," katanya.
Baca juga: Perkara kematian dosen di Semarang naik ke penyidikan

