Perempuan Bangsa mulai bergerak demi kemenangan PKB pada Pilkada 2020

id perempuan bangsa

Perempuan Bangsa mulai bergerak demi kemenangan PKB pada Pilkada 2020

Ketua DPW Perempuan Bangsa Jateng Nur Saadah (berdiri). (Foto:Wisnu Adhi)

Semarang (ANTARA) - Perempuan Bangsa Jawa Tengah yang merupakan salah satu organisasi sayap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), mulai bergerak untuk kemenangan PKB pada pilkada secara serentak pada 2020.

"Saya ajak semua jajaran kader perempuan PKB untuk bersama-sama merealisasikan target tersebut, kita akan terus bergerak melakukan kerja-kerja politik, sosial, dan kemasyarakatan," kata Ketua DPW Perempuan Bangsa Jateng Nur Saadah di Semarang, Jumat.

Perempuan yang akrab disapa Ida NS ini menyebutkan jumlah perempuan yang mempunyai hak pilih cenderung lebih banyak dari kaum laki-laki sehingga kondisi ini akan digarap secara maksimal.

"Ini demi mengawal pemenangan PKB dalam agenda-agenda pesta demokrasi. Mulai pilkada serentak 2020 di 21 kabupaten/kota se-Jateng hingga Pemilu 2024," ujar perempuan yang juga menjabat Wakil Bendaraha PW Muslimat NU Jateng ini.

Baca juga: 21 kabupaten/kota gelar pilkada serentak, KPU Jateng bersiap

Menurut dia, memenangkan setiap agenda pesta demokrasi juga merupakan garis program kerja DPW PB.

"Atas dasar itu, kita harus gerak cepat dari sekarang," ujarnya.

Ida NS terpilih sebagai ketua Perempuan Bangsa Jateng dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) di Semarang, beberapa waktu lalu.

Ida yang juga tercatat sebagai Sekretaris FPKB DPRD Jateng ini ditetapkan secara musyawarah mufakat sebagai ketua DPW PB Jateng periode 2019-2024.

Sementara itu, Ketua DPW PKB Jawa Tengah KH Yusuf Chudlori juga meminta Perempuan Bangsa harus mampu menjadi garda terdepan dalam pemenangan partai.

"Harus jadi penopang utama sehingga kita bisa meraih kemenangan pada mulai Pilkada 2020 hingga Pemilu 2024," katanya.

Baca juga: Kemendagri dukung larangan eks koruptor ikut pilkada
Baca juga: Pakar Unsoed: UU Pilkada perlu dikaji kembali untuk eliminasi kasus korupsi
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar