Magelang (ANTARA) - Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan kemandirian, kreativitas, dan kepercayaan diri perempuan di tengah deras perkembangan teknologi memengaruhi penghormatan terhadap perempuan.
"Penghormatan terhadap ibu tidak lepas dari konteks besar, yakni bagaimana perempuan bisa mandiri, kreatif, dan percaya diri di tengah derasnya perkembangan teknologi," katanya dalam rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang di Magelang, Selasa.
Ia mengatakan hal itu pada peringatan Hari Ibu Ke-97 Tingkat Kota Magelang di Gedung Wanita Kota Magelang, Senin (8/12), yang dihadiri antara lain Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Magelang Nanik Yuniati Damar beserta jajarannya, Wakil Wali Kota Magelang Sri Harso beserta istri, Hastuti Sri Harso.
Teknologi, ujar dia, membuka ruang usaha baru yang bisa dikelola dari rumah, memudahkan perempuan belajar keterampilan, dan membantu ekonomi keluarga.
“Dengan hanya bermodal gawai dan internet, ibu-ibu bisa memasarkan produk secara online dan mengikuti pelatihan tanpa meninggalkan keluarga,” katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa peluang digital juga datang bersama risiko. Penipuan daring, penyebaran hoaks, pencurian data pribadi, hingga kekerasan berbasis digital menjadi ancaman yang perlu dipahami perempuan dan keluarga.
“Tidak semua yang kita temui di internet aman, ada penipuan online, penyebaran informasi palsu, pencurian data pribadi, kekerasan berbasis digital hingga modus kejahatan yang menyasar perempuan dan anak di media sosial," kataya.
Terkait dengan peringatan Hari Ibu, menurut dia, bentuk penghormatan terhadap perempuan sebagai pilar keluarga sekaligus penggerak sosial.
Ketua TP PKK Kota Magelang Nanik Yuniati Damar menegaskan tentang peran ibu sebagai sosok yang membentuk fondasi karakter bangsa.
“Ibu adalah guru pertama kita. Dari beliau kita belajar moral, kejujuran, dan kepedulian,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, TP PKK Kota Magelang bekerja sama dengan Baznas Kota Magelang menyerahkan 289 paket bantuan kepada warga berasal dari 17 kelurahan di daerah itu. Bantuan tersebut, terdiri atas 200 paket dari Baznas dan 89 paket dari TP PKK.
Ia juga mengatakan pentingnya memperkuat ikatan keluarga dan hubungan antargenerasi.
“Mari wujudkan cinta dan perhatian kepada ibu, bukan hanya hari ini, tetapi setiap hari,” katanya.

