BPCB Jateng bakal ekskavasi temuan batuan candi di Mantingan Magelang

id batuan candi mantingan magelang

BPCB Jateng bakal ekskavasi temuan batuan candi di Mantingan Magelang

Petugas Kecamatan Salam menunjukkan batuan candi yang ditemukan di Desa Mantingan, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. (Heru Suyitno)

Magelang (ANTARA) - Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Tengah akan melakukan ekskavasi penyelamatan di lokasi temuan batuan candi di Desa Mantingan, Salam, Kabupaten Magelang.

Pengkaji Cagar Budaya BPCB Jawa Tengah, Junawan, ketika dihubungi di Magelang, Jumat, mengatakan pihaknya telah melakukan survei awal di lokasi temuan batuan candi yang direncanakan untuk pembuatan kolam tersebut.

"Kami telah melakukan survei awal pada Rabu (24/7) dan hasil sementara masih ada struktur candi, yakni bagian kaki," katanya.

Ia menuturkan rencananya minggu depan akan melakukan penelitian lebih lanjut untuk mencari potensi kelengkapan candi.

Baca juga: BPCB Jateng masif kampanyekan pelestarian candi

"Dugaan kami masih banyak batuan di dalam tanah, yang jelas itu merupakan bangunan candi, karena ada bagian kaki, tubuh, dan atap," katanya.

Temuan batuan candi tersebut saat ini masih ada di sekitar lokasi pembuatan kolam tersebut.

Penyewa lahan Khabib Akhmad (40) mengatakan penggalian ini rencananya akan dibuat untuk kolam ikan koi. Pada 10 Juli 2019 melakukan penggalian menggunakan alat berat dan baru mencapai sekitar satu meter mendapatkan satu batu yang ada tulisannya dan reliefnya kemudian disisihkan.

"Ketika menggali lagi kami mendapatkan batu lagi dan terus kita kumpulkan," katanya.

Baca juga: BPCB Jateng identifikasi benda bersejarah di Museum Grobogan

Kepala Desa Mantingan Purwidarto mengatakan pada Rabu (24/7) temuan batuan candi tersebut dilaporkan ke Bupati Magelang dan pada hari itu juga pihak BPCB langsung melakukan survei.

Ia mengatakan rencananya BPCB Jateng akan melakukan penelitian terhadap temuan batuan candi tersebut. Untuk pembangunan kolam sementara dihentikan dulu.
 
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar