Luka bakar 10 persen, korban mercon bambu dirawat intensif di RSUP Kariadi

id korban ledakan mercon bambu

Luka bakar 10 persen, korban mercon bambu dirawat intensif di RSUP Kariadi

Kepala Instalasi Rawat Intensif RSUP dr Kariadi Supriatna. (Foto: Wisnu Adhi)

Semarang (ANTARA) - Seorang anak bernama Muhammad Khoirul Muhaimin (10), warga Desa Karangrejo RT 4 RW 1 Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, yang menjadi korban ledakan mercon bambu (mercon bumbung) masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat dr Kariadi, Kota Semarang.

"Pasien bernama Khoirul saat ini masih dirawat di Ruang PICU (Pedriatic Intensif Care Unit) karena mengalami luka bakar 10 persen dari tubuhnya dan kategori lukanya masuk dalam 'grade' tiga," kata Kepala Instalasi Rawat Intensif RSUP dr Kariadi Supriatna di Semarang, Jumat.

Ia mengungkapkan kondisi Khoirul saat pertama kali dirujuk di RSUP dr Kariadi Semarang pada Selasa (4/6) malam sempat mengalami gagal nafas, sehingga harus menggunakan ventilator mekanik untuk membantu pernafasan.

Menurut dia, Khoirul yang menderita luka bakar parah di bagian wajah, tangan kiri, dan kedua kaki itu juga mengalami gangguan pernafasan karena ada uap panas yang terhirup, sehingga jalur pernafasan menjadi bengkak.

"Hari ini ada perkembangan, sehingga kerjanya mesin untuk membantu pernafasan berkurang," ujarnya.

Ia menjelaskan untuk penanganan Khoirul, pihaknya mengerahkan tujuh dokter dari berbagai divisi mulai dari dokter spesialis anak, dokter bedah plastik, divisi mikrobiologi hingga nutrisi.

"Secara umum, proses penyembuhan luka bakar bisa berlangsung dalam tiga minggu jika ditangani dengan baik, namun untuk kasus Khoirul, penanganan bisa lebih lama karena luka bakar yang dialami terutama di bagian yang wajah cukup parah," katanya.

Irham, salah seorang kerabat keluarga korban ditemui di ruang PICU mengatakan pihak keluarga tidak ingin memperpanjang peristiwa ledakan mercon bambu yang menimpa Khoirul. Pihak keluarga saat ini hanya fokus pada penyembuhan Khoirul.

"Sudah tidak ada masalah, keluarga sudah ada kesepakatan bahwa ini murni lalai saat bermain. Jadi tidak benar kalau dibakar, ini ceroboh saat main," ujarnya.

Khoirul sebelumnya disebut-sebut menjadi korban pembakaran yang dilakukan oleh teman bermainnya, tapi setelah dikonfirmasi ternyata anak kelas 4 SD itu menderita luka bakar akibat bermain mercon bambu.
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar